JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebanyak 600 bibit kakao unggul mulai ditanam Kelompok Tani Becik, Desa Yehembang Kangin, Selasa (21/2). Penanaman perdana bibit kakao ini merupakan langkah nyata Bupati Jembrana I Nengah Tamba setelah mendeklarasikan desa di Jembrana sebagai desa berbasis kakao atau menuju Jembrana kota kakao.
“Kita telah cetuskan desa-desa di kabupaten jembrana adalah desa yang berbasis kakao dan akan menjadi branding Jembrana, Jembrana sebagai kota kakao,” kata Bupati Tamba didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, saat menghadiri penanaman bibit kakao di Banjar Tibusambi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.
Menurutnya, penanaman perdana bibit kakao unggul varietas MCC 02 di atas lahan milik Pemprov Bali seluas 5 hektar ini, bisa menjadi contoh dalam pengembangan pertanian khususnya kakao. Pihaknya mengapresiasikan kegiatan Kelompok Tani Becik dan berharap desa desa yang lain ikut menirunya juga.
“Saya mengapresiasi apa yang hari ini dilakukan kelompok petani kakao di Desa Yehembang Kangin. Untuk desa-desa yang lain mari tiru juga. Karena kakao unggul merupakan dukungan menuju Jembrana emas 2026,” ucapnya.
Bupati didampingi Wabup Patriana Krisna, juga menjelaskan, bahwa kakao Jembrana telah masuk pasar ekspor kelas dunia, baik di pasar Eropa maupun pasar Asia. Produk kakao Jembrana, kata dia, tidak kekurangan pembeli. Namun, justru produksi yang dihasilkan belum bisa memenuhi permintaan pasar yang ada.
“Kita menghasilkan 3000 ton biji kering kakao premium pertahun yang mempunyai aroma khas. Dan kita tidak kekurangan pembeli, malah produksi kita yang kurang, kakao kita diekspor di Asia dan sampai Eropa,” ungkap bupati asal Desa Kaliakah ini.
Untuk itu, lanjutnya, sebagai bentuk dukungan dari Pemkab Jembrana, telah dirancang pembangunan pabrik pengolahan biji kakao, yang rencananya akan dibangun di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Hal tersebut, kata dia, juga bagian dari dukungan pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang datang berkunjung di Jembrana beberapa waktu lalu.
“Kita telah rancang pembangunan pabrik kakao di Desa Kaliakah, yang merupakan hadiah dari Bapak Presiden. Harapan kita setelah ada pabrik kakao, nantinya dapat bekerja sama dengan pihak swasta untuk membantu pertumbuhan dan pemasaran kakao Jembrana,” pungkasnya.
Sementara, Perbekel Yehembang Kangin Gede Suardika mengatakan, pembudidayaan tananam kakao di desanya mampu menghasilkan produk dengan kwalitas bagus. Sehingga dampak tersebut, akan menjadikan petani kakao di Jembrana lebih sejahtera.
“Kita harap kebun ini menjadi percontohan dalam pembudidayaan tanaman kakao, Ini untuk menindaklanjuti arahan Bupati Jembrana dalam mewujudkan masyarakat sejahtera,” katanya.
Ia berharap ke depan, pembinaan terhadap petani kakao juga ditingkatkan, dengan tujuan agar kualitas tanaman bagus dan produktifitas tinggi. “Kami ingin menjadikan kakao tanaman primadona, tanaman yang dipelihara dengan sepenuh hati sehingga memberikan hasil yang maksimal,” pungkasnya. (cak/mbn)






















