Monday, December 8, 2025
Monday, December 8, 2025

Tercatat, Kasus Kebakaran Lahan Paling Banyak Terjadi Di Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews – Musim kemarau sangat berdampak bagi meningkatnya kasus kebakaran hutan/lahan di Kabupaten Jembrana, sejak bulan Maret 2023 hingga saat ini tercatat sebanyak 9 kasus kebakaran hutan/lahan.

Menurut data yang didapat, kasus kebakaran hutan/lahan ini menjadi peringkat terbanyak di Kabupaten Jembrana, yang dikuti oleh kasus kebakaran di tempat usaha (Toko) sebanyak 8 kasus, dan kebakaran rumah tinggal sebanyak 7 kasus. Serta 24 kasus kebakaran lainnya yang terdiri dari kebakaran dapur, gudang, kendaraan, fasilitas umum dan yang lainnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan, I Kadek Rita Budhi Atmaja, seijin Kasat Pol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya mengatakan bahwa, kebakaran hutan/lahan ini juga terjadi sebab musim kemarau yang saat ini sedang dirasakan.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan masyarakat agar paham tentang teori segitiga api, yakni adanya panas, bahan baku dan okseigen.

“Karena saat ini musim kemarau, dua unsur murni penyebab kebakaran sudah ada dialam. Yaitu, bahan baku dan angin dan satu unsur panas, yang bisa datang dari human error atau alam itu sendiri, ” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Senin (23/10).

Seperti kebakaran lahan/hutan yang terakhir terjadi pada Minggu (22/10) di Banjar Tegal Ngoneng, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Lahan yang berisikan pohon jati, bambu, pisang, kelapa dan pohon coklat dengan luas 1,2 hektar ludes terbakar.

Dalam kebakaran tersebut, petugas pemadam kebakaran mengerahkan empat unit armada untuk menangani kobaran api. Dibutuhkan sebanyak 14.500 liter air untuk bisa memadamkan api pada kebakaran tersebut.

“Kita tahu sendiri bagaimana menimbulkan api, gesekan kayu saja bisa menimbulkan api. Plastik berisi air dan terpapar matahari pun busa menimbulkan api, bahkan kaca cermin pun bisa menimbulkan api. Jadi masyarakat kedepannya diharapkan lebih memahami tentang segitiga api tersebut, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

Baca Juga :  Tim SAR Temukan Korban Terakhir Tanah Longsor di Desa Tribuana
BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI