TABANAN, MediaBaliNews – Sebuah bangunan toko plastik di Banjar Panti, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, dilalap si jago merah pada Minggu malam. Kebakaran besar ini menghanguskan lantai dua Toko Plastik Anggun yang diduga kuat akibat korsleting listrik. Kerugian material akibat insiden tersebut ditaksir mencapai dua ratus juta rupiah. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius, meskipun seorang karyawan harus dilarikan ke rumah sakit karena syok berat.
Peristiwa kebakaran ini diketahui pertama kali pada pukul 20.10 WITA. Salah satu saksi, I Ketut Yogi Suara, yang juga Kepala Wilayah Banjar Panti, melihat kobaran api muncul secara tiba-tiba dari toko tersebut. Ia segera meminta bantuan warga untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Kebakaran terjadi secara tiba-tiba, dan Kawil Banjar Panti langsung berupaya menghubungi pemadam kebakaran,” ujar Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana. Ia menjelaskan, warga sekitar juga berusaha keras mendobrak pintu toko untuk membangunkan karyawan yang berada di dalam. Tindakan sigap warga mencegah jatuhnya korban jiwa.
Warga setempat bergotong royong menggedor pintu toko untuk menyelamatkan karyawan yang sedang berada di lantai dua. Saksi Maria Febriyana Leuf, 19 tahun, terbangun setelah mendengar teriakan warga. Ia sempat melihat asap tebal dan api sudah membakar kamar sebelah tempat tinggalnya.
Maria Febriyana segera keluar dari toko dan meminta bantuan kepada warga setempat. Berselang lima belas menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Petugas Damkar dibantu warga berjuang memadamkan api selama tiga jam.
“Salah satu karyawan kami harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami syok berat,” tutur Kompol I Nyoman Sukadana. Ia menjelaskan, Maria Febriyana kini menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Singasana Nyitdah. Pihak kepolisian masih menunggu karyawan pulih dari trauma.
Pemilik toko plastik, I Gusti Nyoman Suasada, mengonfirmasi bahwa api hanya menghanguskan lantai dua bangunan. Lantai dua ini merupakan kamar tidur bagi para karyawan toko. Beruntung, lantai satu yang menjadi lokasi penjualan plastik dan lantai tiga yang digunakan sebagai tempat sembahyang tidak terdampak api.
Kebakaran toko milik I Gusti Nyoman Suasada ini diduga kuat disebabkan oleh konsleting listrik. Meskipun kerugian material besar, baik pemilik bangunan maupun pemilik toko plastik menyatakan tidak akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. Mereka menerima musibah tersebut sebagai takdir.
“Pemilik toko menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak melapor ke ranah hukum,” tegas Kompol I Nyoman Sukadana. Ia menambahkan bahwa surat pernyataan resmi dari pemilik akan segera dibuat menyusul. Pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan awal untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Polisi saat ini masih mengurus administrasi dan menunggu Maria Febriyana pulih dari trauma. Petugas Polsek Kediri telah mendatangi lokasi kejadian, mencari saksi, meminta keterangan, dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan Polres Tabanan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik. (ang/mbn)


























