JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebagai wadah penjaringan atlet berbakat untuk berlaga di Porprov Bali tahun 2025, sebanyak 32 tim dari sekitar 70 tim volly yang berada di Kabupaten Jembrana mengikuti PBVSI Cup II Semi Open Jembrana 2024 yang berlangsung di Gor Taruna Jaya Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia PBVSI CUP II, I Kadek Pande Ambarayasa. Ia mengatakan, PBVSI CUP II imi dilaksanakan karane sudah menjadi kalender kerja dari PBVSI itu sendiri.
“Yang jelas tujuannya untuk memasyarakatkan bola voli dan juga mencari bibit-bibit talenta yang nantinya kita pakai di ajang Porprov 2025,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2024).
Selain itu, dari ketentuan-ketentuan persyaratan tim-tim yang ikut dalam kegiatan tersebut pihaknya membatasi sebanyak 32 tim yang keseluruhan ada di Kabupaten Jembrana sebanyak sekitar 70 tim.
Adapun 32 tim yang berpatisipasi yakni, dari Kecamatan Pekutatan ada tim P. Ampel, Petersen, Cobra Jr, Brajamusti, dan tim Jumsix. Kemudian, Kecamatan Mendoyo ada tim Perkasa Muda, Taruna Jaya, Top Bongkang, Once Srawa, dan Prajamandala. Selanjutnya, dari Kecamatan Jembrana ada tim Putra Yehkuning, Arem, Gasap, Putra SVC, Taruna Pulo Sari, Blair, dan Gapura.
Sedangkan Kecamatan Negara yakni, Tunas Biru, Putra Kirana, Putra Ijo Baluk, Artab, Ampel Gading, Gatev, dan P. Durga. Sedangkan di Kecamatan Melaya ada Porman, Porecis, Volstar, Elang Jaya, Putra Pandu, Putra Porri, P. Mandala, dan Sekar Taji.
Untuk persyaratan utama, kata Pande Ambarayasa, tim wajib terdaftar sebagai anggota PBVSI Kabupaten Jembrana. Selain itu, untuk biaya pendaftaran pada PBVSI Cup II ini dikenakan biaya sebesar Rp. 150 Ribu per tim.
“Jadi mereka harus terdaftar dahulu sebagai anggota tim PBVSI Kabupaten Jembrana. Dimana dan sudah teregristasi. Dan setiap tim itu memiliki SK di masing-masing desa, ” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa turnamen PBVSI Cup II ini menggunakan Open Jembrana, yang artinya pemain yang berlaga adalah pemain wajib ber-KTP Jembrana.
“Tapi sistemnya itu semi open. Mereka boleh maksimal mencari di luar tim maksimal 3 pemain. Tapi kita wajibkan satu pemain. Sedangkan untuk persyaratan transfer pemain, pemain tersebut juga diwajibkan ber-KTP Jembrana , ” tegasnya.
Terakhir, Pande juga mengatakan seluruh regulasi telah dipenuhi baik rekomendasi PBVSI, Polres Jembrana dan tempat juga sudah pihaknya audiensikan. “Yang nanti kita pakai pada ajang Porprov 2025 dan saat inilah pemantauannya, ” pungkasnya. (gsn/mbn)


























