JEMBRANA, MediaBaliNews – Warga Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, terpaksa menyebrangi sungai lantaran pengerjaan jembatan penghubung antar Banjar yang terputus beberapa waktu lalu hingga saat ini belum selesai.
Dari pantauan dilokasi, proyek senilai 4,6 miliyar lebih tersebut sudah tidak ada aktifitas pekerja. Dari papan proyek tertulis, pembuatan jembatan baru yang menghubungkan Banjar Sekar Kejulo Kelod dengan Banjar Kedisan dimulai sejak 8 Mei 2023 lalu, dengan pengerjaan selama 180 hari kalender oleh PT. Damai Bangun Persada.
Karena hal tersebut, warga yang hendak menyebarang harus melalui jalur sungai atau mencari jalan alternatif lain yang cukup jauh memutar. Saat ini, pekerjaan baru sebatas pembuatan beton penyangga jembatan di sisi Utara dan Selatan. Padahal waktu hanya sisa sekitar dua minggu ke depan.
“Sudah seminggu tidak ada yang bekerja lagi,” ungkap I Dewa Ketut Sudiana, (61) Warga Banjar Sekar Kejula, Desa Yehembang Kauh, Senin (23/10).
Lebih lanjut, dirinya mengaku sering melewati jalur tersebut, menyeberang sungai sangat menyayangkan jika pengerjaan proyek jembatan ini dihentikan. Mengingat, aktifitas warga yang sangat padat melalui jalur tersebut merindukan akses jalan yang aman dan nyaman, sebelum nantinya turun musim hujan.
“Sekarang masih bisa dilalui sungainya, tapi nanti kalau musim hujan dan banjir, harus memutar lebih jauh lagi. Harapan saya segera diselesaikan, kasian juga anak anak sekolah, jalan lebih jauh,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan I Made Bartina, (49) warga Banjar Kedisan, yang menilai proyek pembuatan jembatan ini sangat lambat. Seharusnya, kata dia, awal November depan jembatan sudah bisa dilalui warga.
“Sebenarnya kan November sudah kelar. Kok pengambilannya (pekerjaan) terlalu lambat. Kalau sesuai dengan proyeknya itu kan 6 bulan, itu disosialisasikan oleh dewan sebelumnya,” bebernya.
Sementara disisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan, proyek pembuatan jembatan baru yang menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi tahun 2023 ini ada penambahan waktu pengerjaan.
“Itu ada penambahan waktu lagi satu bulan. Karena kita menambahkan pekerjaan (baru) untuk membuat Catus Patha. Jadi selesainya awal Desember nanti,” ungkapnya saat dikonfrimasi melalui Whatsapp.
Sebelumnya, pihaknya menjelaskan bahwa memang sudah dilakukan komunikasi terkait pembuatan Catus Patha (Perempatan jalan), namun setelah berjalannya proyek baru mendapatkan persetujuan dari pihak-terkait termasuk warga yang punya lahan, sehingga penambahan pekerjaan tersebut menyusul.
“Makanya Catus Patha diselesaikan dulu, baru bisa ngejar tinggi jembatannya. Karena jembatan itu ditinggikan, kalau tidak itu (Catus Patha) di selesaikan dulu, kan timpang jadinya, lebih tinggi jembatan. Selesai Catus Patha baru selesaikan jembatan,” pungkasnya. (gsn/mbn)























