TABANAN, MediaBaliNews – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mengeluarkan peringatan dini. Mereka merilis perkiraan pasang–surut air laut selama Karya Wraspati Kalpa. Peringatan ini penting karena akses Pura Luhur Tanah Lot sangat dipengaruhi kondisi laut. Pemedek harus menyeberang saat air surut untuk bersembahyang.
Ketua Pengempon Pura Luhur Tanah Lot, Komang Dedy Sanjaya, meminta penyesuaian jadwal. “Para pemedek diimbau untuk senantiasa waspada, berhati-hati, serta menyesuaikan waktu tangkil,” tegas Komang Dedy Sanjaya.
Upacara agung Wraspati Kalpa dilaksanakan di Pura Luhur Tanah Lot. Rangkaian karya ini berlangsung setelah pemugaran pelinggih utama. Manajemen DTW menyiapkan personel dan pos pantau strategis. Mereka menjamin keamanan dan kelancaran prosesi.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot menekankan keselamatan pemedek. “Fokus kami adalah pada pengamanan dan keselamatan pemedek,” ujarnya.
Manajemen telah merilis data perkiraan pasang–surut air laut. Data mencakup periode Rabu, 3 Desember 2025, hingga Sabtu, 6 Desember 2025. Perkiraan ini menjadi panduan penting bagi umat. Mereka bisa merencanakan waktu tangkil yang aman.
Manajer Operasional menambahkan bahwa dukungan personel sangat vital. “Kami telah menyiapkan dukungan teknis dan sumber daya secara optimal,” jelasnya.
Personel pengamanan dan Balawista disiagakan maksimal. Balawista bertugas menjaga keselamatan di kawasan pantai. Mereka ditempatkan di titik-titik krusial selama upacara berlangsung. Dukungan ini menjamin prosesi berjalan aman dan tertib.
Komang Dedy Sanjaya mengingatkan pemedek agar tidak lengah. “Situasi aktual tetap dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi alam,” katanya.
Imbauan ini penting untuk mencegah risiko kecelakaan. Pura Luhur Tanah Lot terpisah dari daratan utama saat air pasang. Pemedek harus memperhatikan detail waktu yang disediakan. Manajemen berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. (ang/mbn)


























