Sunday, May 10, 2026
Sunday, May 10, 2026

15 Ogoh-Ogoh di Jembrana Berpartisipasi Dalam Masikian Festival, Tiga Hal Ini Yang Akan Dinilai Tim Juri

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebanyak 15 Ogoh-Ogoh turut serta dalam memeriahkan Masikian Festival “Abitah Yowana Catha” Lomba Ogoh-Ogoh se-Kabupaten Jembrana tahun 2024 di Gedung Ir Soekarno, Selasa (5/3).

Berbeda dari festival ogoh-ogoh di Kabupaten Jembrana tahun lalu, kali ini lomba ogoh-ogoh dilakukan dengan memamerkan ogoh-ogoh yang mendapat nominasi tiga besar dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana.

“Di sini ada sebanyak 15 ogoh-ogoh, karena kita ada 5 Kecamatan. Untuk tahun ini kita hanya pameran dan mudah-mudahan di tahun depan nanti kita bisa ada penggerakan atau parade, ” ungkap Ketua Manggala Pasikian Yowana MDA Kabupaten Jembrana, I Putu Feri Priyandana saat ditemui dilokasi.

Pihaknya juga menerangkan, teknis dakam perlombaan, sebelumnya sudah dilakukan penilaian dari pantia Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana untuk menyeleksi 5 terbaik dari masing-masing kecamatan. “Nah, dari 5 terbaik itu kita seleksi lagi oleh tim juri Kabupaten, sehingga mendapatkan 3 nominasi terbaik. Dan 3 nominasi terbaik itu kita pajang di Festival, ” jelasnya.

Disinggung mengenai teknis penilaian, pihaknya menjelaskan bahwa dalam perlombaan ogoh-ogoh kali ini ada tiga hal yang akan menjadi penilaian dari tim juri. “Dari panitia menentukan tiga teknis, yang pertama itu komposisi dengan nilai 40 persen, yang berikutnya ada konsep yang menentukan 30 persen, serta 30 persen lainnya yang dinilai adalah hiasan-hiasan ornamentasi, ” bebernya.

Sementara, Kadek Agus Wiliar Sutarjaya (27) yang merupakan arsitek ogoh-ogoh dari STT Satya Dharma Kerthi, Banjar Cempaka, Desa Pangyangan, Pekutatan yang membuat ogoh-ogoh berjudul “NYAPA ADI AKU” ini telah dibuat kurang lebih selama 3 bulan.

“Untuk bahan-bahannya ada koran, untuk ulatannya ada bambu, ada juga clay dan lainnya. Kalau proses pembuatannya kemungkinan 3 bulanan, ” terangnya.

Baca Juga :  Tercatat, Kasus Kebakaran Lahan Paling Banyak Terjadi Di Jembrana

Disinggung mengenai biaya yang telah dihabiskan untuk selama peroses pembuatanya, pihaknya mengaku menghabiskan dana sekitar hampir Rp. 40 Juta. Menurutnya, dengan konsep lomba ogoh-ogoh kali ini yang dilaksanakan tanpa pengarakan atau dengan dipajang untuk dipamerkan sangat diterima dengan baik oleh pihaknya. Mengingat, jika dilakukan pengarakan pihaknya harus mengeluarkan dana kembali untuk tari-tarian maupun hal lainnya.

“Kalau dari saya konsepnya, karena kan yang namanya lomba ogoh-ogoh kayak di Denpasar lebih bagus kita seperti ini, dan apresiasi lebih besar dari masyarakat. Untuk waktu 3 hari itu sudah cukup sih, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI