TABANAN, MediaBaliNews – Sebuah warung makan yang menjual bakso di Banjar Dauh Yeh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, mengalami kebakaran pada Kamis siang (24/4). Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.00 WITA ini menghanguskan sebagian besar bangunan warung dan menyebabkan kerugian materiil mencapai belasan juta rupiah.
Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukanada, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kebakaran diduga kuat disebabkan oleh kebocoran selang gas regulator.
“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, api diduga berasal dari kompor yang tiba-tiba menyala besar akibat kebocoran selang gas. Api dengan cepat membesar dan membakar warung,” ujar Kompol Sukanada.
Warung yang terbakar diketahui milik Hendra Eka Hermanto, warga asal Jember, Jawa Timur. Saat kejadian, warung sedang dalam proses dibuka oleh salah satu pegawainya, Muhamad Zaini, yang menjadi saksi utama dalam insiden ini.
“Saya baru mau mulai buka warung, baru saja nyalakan kompor, tiba-tiba api langsung besar dan susah dikendalikan,” tutur Zaini saat dimintai keterangan.
Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung bergerak cepat membantu proses pemadaman sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba. Sekitar pukul 13.40 WITA, dua unit mobil damkar akhirnya berhasil menjinakkan api, dibantu oleh warga setempat.
Menurut laporan pihak kepolisian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta. Api sempat menghanguskan sebagian besar peralatan dapur dan struktur bangunan warung.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Pemilik warung juga sudah menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah,” tambah Kompol Sukanada.
Setelah menerima laporan, Polsek Kediri langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mencatat serta menginterogasi para saksi, dan menyampaikan laporan kepada pimpinan.
Kondisi cuaca yang cerah saat kejadian dinilai turut membantu proses pemadaman karena tidak ada gangguan seperti angin kencang atau hujan yang bisa memperparah penyebaran api.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di sekitar lokasi sudah kembali normal. Namun, warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya dari instalasi gas dan listrik, khususnya pada bangunan semi permanen seperti warung makan. (ang/mbn)






















