JEMBRANA, MediaBaliNews – Mempermudah layanan masyarakat, Kelian Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Jembrana terapkan program SATRIA kepada masyarakat, Rabu (25/6/2025).
Seperti yang diketahui, beberapa masyarakat terkadang mengalami sejumlah kendala dalam hal membayar pajak. Seperti terkendala waktu, jarak dan bahkan terkadang masyarakat lupa untuk melakukan pembayaran pajak. Baik itu pajak kendaraan maupun pajak bumi dan bangunan (PBB).
Karena hal itu, di banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari diterapkan program SATRIA (Sistem Terintergrasi di Banjar).
Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara (30) mengatakan, program ini diberikan kepada warga dalam bentuk dana talangan untuk proses pembayaran pajak.
“Bagaimana saya diberikan kepercayaan sebagai pelayan masyarakat untuk memberikan yang terbaik, yang pertama itu kebutuhan dasar,” ungkapnya saat ditemui.
Bahkan dalam program ini, kata Kadek Rama, masyarakat bisa mengembalikan dana tersebut dengan cara dicicil, dengan jangka waktu dan nominal yang tidak memberatkan warganya.
Seperti warga yang ingin membayar pajak kendaraan, pihaknya akan terlebih dahulu mengingatkan warga melalui pesan whatsapp satu bulan sebelum tanggal bayar pajak.
Kemudian, bila warga tidak memiliki biaya pembayaran pajak, maka pihaknya akan menawarkan program tersebut agar warga tidak telat melakukan pembayaran pajak.
Lebih lanjut, warga yang ingin memanfaatkan program tersebut hanya perlu menyerahkan STNK dan KTP. Data tersebut dikumpulkan terlebih dahulu sebelum diproses di Kantor Samsat.
“Memang berbunga, tapi hasilnya untuk pembangunan dan memenuhi kebutuhan warga sendiri. Bisa dicicil Rp. 10 Ribu sampai lunas,” bebernya.
Bagi warga yang membandel dalam melaksanakan kewajiban, pihaknya akan memberikan sanksi sosial terhadap warga yang diketahui membadel.
“Hukum yang berlaku adalah hukum sosial, seperti kita bekerja sama dengan banjar adat yang kita tangguhkan,” terangnya.
Dengan adanya program ini, dirinya merasa bahwa masyarakat sudah merasa puas yang bisa dilihat dari keaktifan dan inisiatif warga yang bertambah.
Dimana, program SATRIA ini juga dikemas dalam bentuk aplikasi dengan berbagai kegiatan sosial di lingkungan Banjar Warnasasi Kelod. Para warga yang ingin memanfaatkan program ini diwajibkan untuk ikut serta dalam melakukan pemeliharaan, kebersihan serta kegiatan sosial lainnya selain melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.
“Dalam aplikasi tersebut terdapat absensi warga yang turut hadir dalam kegiatan. Jadi bisa diketahui siapa yang tidak hadir dan hadir,” jelasnya.
Program ini telah ia rancang sebelum menjabat menjadi Kelian Banjar Warnasari Kelod. Ia mengaku, terdapat sejumlah permasalahan data yang sudah tidak aktif. Dengan program ini, warga diminta selalu mengupdate data diri seperti KTP, KK dan data lainnya agar bisa memanfaatkan program SATRIA.
“Udah dimulai sejak November 2024 dan efektif dari bulan Januari 2025 kemarin,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















