JEMBRANA, MediaBaliNews – Pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jembrana sudah berhasil menyasar 50 persen ternak sapi warga dari total pupulasi. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dengan menjaga kesehatan ternak maupun kebersihan kandang.
Hal teraebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama saat ditemui, Selasa (20/09/2022). Pihaknya juga mengatakan, sebanyak 37.000 vaksin sudah dialokasikan. “Dari jumlah tersebut, kemudian hampir 25.000 sudah kita lakukan vaksin I dan II, total populasi sapi 35 ribu, itu masih kurang vaksinnya, karena vaksinnya 2 kali,” ungkapnya.
Sutama juga menambahkan, jika vaksin yang dialokasikan tersebut sudah mulai habis, maka akan segera ditambahkan. “Nanti jika kekurangan akan di tambahkan lagi, kurang lebih sudah 50 persen dari populasi sudah berhasil kita lakukan vaksinasi, tapi harapan dari pusat itu minimal 95 persen dari pupulasi tervaksin, itu masih kita genjot lagi,” ujarnya.
Mengenai kendala dilapangan, Sutama menjelaskan, lokasi yang tersebar tidak di kandang-kandang ternak warga yang memerlukan waktu yang tidak sedelikt. “Kendala kita dilapangan itu kan langsung ke kandang ternak warga satu-satu (door to door), tidak terpusat, itu menjadi kendala kita dilapangan, namun itu sudah kami maksimalkan untuk dipercepat agar segera memenuhi target,” imbuhnya.
Meski kasus PMK di Kabupaten Jembrana ini sudah melandai, lanjut Sutama, masyarakat dihimbau agar selalu waspada, tetap menjaga kesehatan ternak, maupun situasi kandang agar selalu bersih. “Tetap lakukan pembersihan kandang, jangan sampai muncul lagi dugaan suspek PMK, jika memang ada agar cepat dilaporkan kepada dinas terkait,” tandasnya. (jar/war/mbn)























