Monday, June 15, 2026
Monday, June 15, 2026

Pemerintah Pusat Salurkan Vaksin LSD ke Jembrana, Perkuat Perlindungan Ternak Sapi

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten Jembrana menerima bantuan vaksin dan logistik medis dari Pemerintah Pusat sebagai langkah pencegahan penularan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi, Sabtu (17/1/2026).

Bantuan tersebut diserahkan Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang didampingi Wakil Bupati, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), bertempat di Balai Tempek III, Banjar Tunas Mekar, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian dini guna memutus rantai penularan LSD, menyusul ditemukannya kasus di wilayah Kecamatan Negara dan Melaya.

Adapun bantuan yang diterima Pemkab Jembrana meliputi 500 dosis vaksin LSD, 500 tube EDTA, 500 tube plain, 500 jarum suntik, serta obat-obatan dan disinfektan untuk mendukung vaksinasi darurat dan biosekuriti kandang.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengapresiasi respons cepat Pemerintah Pusat dalam membantu daerah menghadapi ancaman penyakit ternak.

“Hari ini kita menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) atau lato-lato ya, benjol-benjol. Jadi ini lengkap, komplit. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan. Ya, terima kasih. Jadi pemerintah pusat diserahkan ke provinsi dan diserahkan kepada kami,” ungkapnya.

Menurut Bupati Kembang, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci dalam melindungi peternak sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat.

“Ini adalah salah satu upaya kita untuk mempercepat menangani menyebarnya penyakit LSD pada sapi. Jadi kolaborasi yang luar biasa hari ini, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga dengan upaya yang luar biasa ini, segera penyakit LSD ini bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan drh. Hendra Wibawa menekankan pentingnya peran aktif peternak dalam pencegahan penularan di lapangan.

Baca Juga :  Pengamanan Jelang G-20, Pintu Masuk Bali Terus Diperketat

“Saya minta para peternak segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit ternak. Petugas akan langsung memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan kandang dan pengendalian serangga pembawa virus menjadi langkah krusial.

“LSD ini disebarkan melalui nyamuk dan lalat. Jadi, pemilik ternak harus rajin membersihkan kandang agar tidak lembab, gunakan insektisida bila perlu, dan batasi lalu lintas ternak yang keluar-masuk,” terangnya.

Lebih lanjut, drh. Hendra menegaskan bahwa vaksinasi darurat merupakan benteng perlindungan utama bagi ternak di wilayah terdampak.

“Vaksinasi darurat ini sangat penting untuk membentengi hewan di daerah yang tertular. Kami minta tim terpadu di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak agar proses pengendalian ini berjalan cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI