DENPASAR, MediaBaliNews – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan perombakan besar pada jajaran petinggi Kepolisian Daerah Bali melalui surat telegram rahasia terbaru. Jenderal bintang satu Brigadir Jenderal Polisi I Made Astawa resmi mengemban amanah baru sebagai Wakil Kepala Polda Bali.
Penunjukan mantan petinggi Densus 88 Antiteror Polri ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat stabilitas keamanan wilayah wisata internasional tersebut.
“Mutasi ini adalah hal yang biasa dalam institusi Polri sebagai bentuk penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, Senin, 26 Januari 2026.
Brigjen Pol I Made Astawa menggantikan posisi pejabat lama yakni Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana yang pindah tugas. Pejabat lama akan menduduki kursi strategis sebagai Karokurlum Lemdiklat Polri setelah mengabdi cukup lama di wilayah Bali. Made Astawa merupakan putra daerah asal Kerambitan Tabanan yang memiliki rekam jejak sangat panjang pada bidang intelijen kepolisian.
“Iya benar surat telegram mutasinya sudah keluar dan jabatan Wakapolda Bali resmi berganti kepemimpinan mulai pekan ini,” tuturnya.
Jenderal lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992 ini memiliki pengalaman tempur melawan radikalisme yang sangat mumpuni di tingkat nasional. Kehadiran beliau sebagai orang nomor dua di Polda Bali diharapkan mampu meningkatkan sinergi kepolisian dengan tokoh adat lokal. Tantangan pengamanan Bali yang sangat dinamis memerlukan sosok pemimpin yang memahami karakteristik budaya serta kondisi geografis Pulau Dewata.
“Mutasi jabatan di tubuh Polri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier sekaligus upaya penyegaran struktur organisasi,” ucapnya.
Selain posisi Wakapolda Bali, rotasi jabatan juga menyasar pucuk pimpinan pada tingkat Kepolisian Resor Kota Denpasar pekan ini. Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang menyerahkan tongkat komando Kapolresta Denpasar kepada perwira menengah Kombes Pol Leonardo David Simatupang. Mutasi ini merupakan bagian dari gelombang rotasi besar yang melibatkan delapan puluh lima perwira menengah hingga perwira tinggi.
“Surat mutasinya sudah turun namun pelaksanaan serah terima jabatan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan pusat,” katanya.
Masyarakat Bali menaruh harapan besar terhadap kembalinya sang jenderal putra daerah untuk menjaga keamanan tanah kelahiran secara optimal. Pengalaman beliau saat menjabat Kapolres Badung menjadi modal penting untuk memetakan potensi gangguan keamanan di wilayah pusat pariwisata. Keamanan wilayah Bali tetap menjadi prioritas utama negara mengingat banyaknya agenda kegiatan berskala internasional yang berlangsung sepanjang tahun.
“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik serta menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Bali,” pungkasnya. (ang/mbn)






















