TABANAN, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan inspeksi mendadak ke sembilan pasar tradisional pada Kamis ini. Petugas memantau pergerakan harga komoditas pokok untuk memastikan kekuatan daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi lonjakan harga yang sering terjadi secara tiba-tiba akibat gangguan rantai distribusi pangan lokal.
“Secara umum hasil survei menunjukkan harga komoditas pangan strategis di pasar tradisional Kabupaten Tabanan berada dalam kondisi stabil,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti.
Tim pemantau melaporkan bahwa komoditas beras medium dan beras premium tidak mengalami kenaikan harga sama sekali. Harga beras medium bertahan pada angka Rp15.000 per kilogram sementara beras premium tetap Rp16.000 per kilogram. Minyak goreng juga menunjukkan tren yang serupa dengan harga rata-rata pada kisaran Rp20.778 per liter saat ini.
“Ini menandakan ketersediaan pasokan masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan,” ujar Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti.
Sektor protein hewani juga memberikan kabar baik bagi para konsumen di wilayah lumbung beras Bali ini. Harga daging babi terpantau sangat stabil pada angka Rp83.889 per kilogram di seluruh pasar yang menjadi sampel. Sementara itu harga telur ayam ras berada pada posisi Rp27.667 per kilogram mengikuti harga daging ayam ras.
“Stabilitas harga ini mencerminkan keseimbangan antara ketersediaan barang di peternak dengan permintaan konsumen yang masih cukup normal,” tutur Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti.
Kejutan positif muncul dari komoditas daging sapi has luar yang justru mengalami penurunan harga cukup signifikan. Para pedagang menurunkan harga jual rata-rata hingga Rp12.000 per kilogram dibandingkan dengan periode pemantauan pasar pada pekan sebelumnya. Penurunan ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada bahan baku sapi.
“Dinas Ketahanan Pangan akan terus melakukan pemantauan secara rutin sebagai langkah antisipatif untuk mengendalikan potensi gejolak harga pangan,” ucap Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti.
Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang juga tidak menunjukkan adanya lonjakan harga yang meresahkan para ibu rumah tangga. Cabai merah besar tercatat stabil pada angka Rp26.667 per kilogram sedangkan cabai rawit merah pada harga Rp67.778 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih masing-masing bertahan pada posisi harga Rp30.222 serta Rp34.778 untuk setiap satu kilogram.
“Pemantauan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas harga pangan daerah,” pungkas Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti.
Pemerintah daerah berjanji akan terus menjaga kelancaran jalur logistik dari petani menuju pasar-pasar rakyat di seluruh kecamatan. Mereka ingin memastikan bahwa tidak ada spekulan yang bermain dengan menahan stok barang demi mencari keuntungan pribadi. Pengawasan ketat terhadap gudang-gudang penyimpanan bahan pokok akan menjadi agenda prioritas pemerintah pada sisa bulan Februari ini. (ang/mbn)






















