Thursday, April 16, 2026
spot_img
Thursday, April 16, 2026

Jalur Tengkorak Tabanan Kembali Memakan Korban, Nyawa Pemotor Melayang di KM 32

TABANAN, MediaBaliNews – Ruas jalan nasional yang menghubungkan Denpasar dan Gilimanuk kembali menunjukkan kegarangannya bagi para pengendara yang kurang waspada.

Sebuah kecelakaan maut di wilayah Kecamatan Selemadeg Timur menambah daftar panjang korban jiwa pada jalur yang dikenal sangat padat ini. Faktor kelelahan dan kurangnya kesabaran dalam mengantre di belakang kendaraan besar sering kali memicu insiden fatal yang tragis.

“Kecelakaan maut ini terjadi tepatnya di Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, pada pukul delapan lewat empat puluh menit,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, Senin, 6 April 2026.

Suasana cerah pada pagi hari ternyata tidak menjamin keselamatan bagi pasangan pengendara motor asal wilayah Bajera Kaja tersebut. Mereka terjebak dalam situasi terjepit saat mencoba mencari celah untuk mendahului truk Mitsubishi Fuso di jalanan yang lurus. Munculnya truk misterius dari arah berlawanan memaksa pengendara motor melakukan manuver berbahaya yang berujung pada jatuhnya korban jiwa secara mendadak.

“Motor terjatuh di sebelah selatan as badan jalan setelah sempat mengenai bagian bodi truk yang ada di sampingnya,” kata Made Berata memerinci kejadian.

Korban bernama Nurhayati sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan namun luka robek yang dideritanya terlalu parah untuk ditangani. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi para pelaju jarak jauh mengenai risiko besar yang mengintai di jalur lintas provinsi. Kepolisian Resor Tabanan terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui berbagai sosialisasi keamanan berkendara kepada seluruh lapisan masyarakat luas.

“Kami melaporkan kejadian ini kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi keamanan pada titik rawan kecelakaan di wilayah Tabanan,” ucap Made Berata dengan prihatin.

Jalur nasional ini memiliki karakteristik aspal yang rata namun sangat minim ruang bagi kendaraan kecil untuk menyalip truk logistik. Pengemudi truk bernama I Nyoman Sukanya mengaku tidak sempat menghindari gesekan karena motor tersebut datang secara tiba-tiba dari sisi belakang. Kesiapan mental dan fisik pengendara motor sangat diuji saat harus berhadapan dengan kendaraan berat yang mendominasi jalur utama Bali ini.

Baca Juga :  Golkar Tabanan Sudah Siapkan 5 Calon untuk Pilkada 2024

“Masyarakat harus memahami bahwa kendaraan besar memiliki titik buta atau blind spot yang sangat berbahaya bagi motor,” tutur Made Berata mengingatkan kembali.

Upaya evakuasi dilakukan dengan sigap oleh petugas kepolisian guna mencegah terjadinya kemacetan yang lebih parah pada jalur logistik nasional. Kendaraan yang terlibat telah dipindahkan ke bahu jalan agar akses transportasi dari arah Gilimanuk maupun Denpasar tetap lancar. Penyelidikan terus berlanjut untuk mencari identitas truk lain yang terlibat dalam situasi awal sebelum terjadinya benturan maut tersebut.

“Koordinasi antarpetugas di lapangan sangat penting untuk memastikan penanganan pascakecelakaan berjalan secara efektif dan efisien,” ujar Made Berata. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI