SINGARAJA, MediaBaliNews – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Ardianan Wardana Putra yang tenggelam di objek wisata Air Terjun Tembok Barak pada Minggu pagi.
Operasi pencarian hari kedua tersebut melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur setelah korban dinyatakan hilang sejak Sabtu sore. Petugas menyisir area pusaran air terjun secara mendalam guna mencari keberadaan pemuda asal Sleman yang terseret arus deras itu.
“Kita menemukan salah satu titik yang kita curigai, posisi barat air terjun arah ke tebing,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, saat menjelaskan titik awal penemuan korban.
Personel penyelam segera terjun ke dasar kolam untuk memeriksa titik koordinat yang terlihat sangat mencurigakan tersebut. Tim medis beserta ambulans PMI Kabupaten Buleleng sudah bersiap di pinggir sungai guna melakukan proses evakuasi lanjutan.
Suasana di sekitar lokasi wisata yang biasanya ramai pengunjung mendadak berubah menjadi sangat sunyi dan juga menegangkan.
“Tak berselang lama setelah upaya menyelam, akhirnya pada pukul 09.00 Wita korban ditemukan di bawah permukaan air di kedalaman berkisar 6-7 meter,” ujar Kadek Donny Indrawan memberikan keterangan resmi mengenai hasil penyelaman tim.
Kondisi fisik korban masih tampak utuh dengan mengenakan celana berwarna hitam saat tim penyelam menariknya ke daratan. Petugas tidak menemukan adanya bekas luka benturan yang signifikan pada sekujur tubuh pemuda berusia dua puluh tiga tahun tersebut. Para saksi mata melihat proses pengangkatan jenazah dengan perasaan sedih yang sangat mendalam dari bibir sungai tersebut.
“Kondisi titik yang kita curigai dengan info kronologis awal yang kita terima pada posisi kurang lebih 2-3 meteran, bergeser ke arah selatannya,” ucap Kadek Donny Indrawan menerangkan pergeseran posisi tubuh korban akibat dorongan arus air.
Petugas langsung membungkus jenazah Ardianan dengan kantong plastik oranye untuk kemudian dibawa menuju ke RSUD Kabupaten Buleleng. Rekan korban yang berada di lokasi tampak sangat terpukul melihat kenyataan pahit mengenai nasib sahabat mereka yang malang itu.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pelancong agar selalu waspada saat melakukan aktivitas mandi di alam terbuka.
“Keceriaan itu berubah menjadi mencekam saat 1 orang tidak bisa melawan arus derasnya air terjun dan ia pun tenggelam,” kata salah satu saksi yang menceritakan awal mula insiden mematikan di lokasi tersebut.
Upaya pertolongan pertama sempat dilakukan oleh teman korban namun gagal total karena mereka terlanjur didera rasa panik berlebihan. Arus deras di bawah air terjun ternyata jauh lebih kuat daripada perkiraan awal para wisatawan yang sedang berlibur tersebut.
Polisi kini telah memasang garis pembatas di sekitar area berbahaya demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa pada masa mendatang.
“Beberapa orang melakukan aktivitas mandi di air terjun Tembok Barak pada Sabtu pukul 16.30 Wita,” ujar petugas kepolisian setempat yang memberikan rincian waktu awal kejadian kepada awak media massa. (ang/mbn)






















