Thursday, May 14, 2026
Thursday, May 14, 2026

Temuan Mayat di Dermaga Barat Benoa, Polisi Selidiki Identitas Pria Berkaus Hijau

DENPASAR, MediaBaliNews – Aparat kepolisian mengevakuasi sesosok jasad pria tanpa identitas yang terjepit di antara lambung kapal nelayan pada Rabu, 13 Mei 2026 pagi.

Benidiktus Benyamin Malo menemukan tubuh korban dalam kondisi tertelungkup mengambang saat saksi baru saja tiba di tempat kerja sekitar pukul 08.00 WITA. Temuan di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa ini langsung menggegerkan para pekerja dan anak buah kapal yang berada di sekitar lokasi.

“Benoa 01 dan Benoa 02 segera melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara setelah mendapat informasi mengenai adanya orang meninggal dunia,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Saksi Benidiktus awalnya hendak menuju kapal milik PT Sumber Nelayan sebelum langkahnya terhenti karena melihat sesosok manusia yang mengapung kaku. Pria asal Sumba Barat tersebut seketika berteriak minta tolong hingga mengundang kedatangan kerumunan orang yang tengah beraktivitas di area dermaga. Polisi memastikan bahwa saksi mata tersebut tidak mengenali identitas korban yang mengenakan pakaian serba tertutup saat ditemukan di perairan.

“Saksi berteriak minta tolong saat melihat jasad laki-laki mengambang di celah-celah kapal sehingga banyak ABK yang berdatangan ke lokasi,” katanya.

Petugas gabungan dari Polairud Polda Bali dan tim SAR segera melakukan evakuasi terhadap jasad yang sudah mulai mengalami proses pembusukan alami. Korban terlihat mengenakan kaus berwarna hijau tua serta celana jin pendek biru dengan posisi wajah yang sudah mengalami kerusakan jaringan kulit. Aparat mengamankan satu unit telepon genggam merk Vivo dan alat pengisi daya dari saku celana milik pria tanpa identitas tersebut.

“Tim SAR bersama anggota kepolisian melakukan evakuasi jenazah dan mengamankan satu buah ponsel serta alat pengisi daya di saku korban,” tuturnya.

Baca Juga :  Pembuang Bayi Baru Dilahirkan Meninggal di Denpasar Utara, Ternyata Ibunya Sendiri

Unit Identifikasi Polresta Denpasar langsung melakukan pemeriksaan medis awal untuk mendeteksi adanya potensi luka akibat tindakan kriminal pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pengamatan luar, tim ahli tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang menonjol ataupun bekas luka senjata pada jasad pria dewasa itu.

Polisi kemudian membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Sanglah menggunakan ambulans guna menjalani pemeriksaan forensik lebih mendalam untuk mengetahui penyebab kematian.

“Pemeriksaan sementara oleh tim identifikasi menunjukkan bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya keras mengidentifikasi jati diri pria tersebut melalui pemeriksaan kartu SIM ponsel maupun rekaman biometrik. Masyarakat yang merasa kehilangan kerabat dengan ciri-ciri pakaian serupa diimbau untuk segera menghubungi Polsek Kawasan Laut Benoa atau pihak RS Sanglah.

Petugas terus mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi-saksi di sekitar dermaga guna memastikan kronologi sebelum korban terjatuh dan meninggal dunia di pelabuhan.

“Kepolisian melakukan tindakan pulbaket terhadap saksi-saksi dan mengirim jenazah ke rumah sakit untuk mendapatkan hasil identifikasi yang akurat,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI