DENPASAR, MediaBaliNews – Seorang anak buah kapal atau ABK Pelabuhan Benoa berinisial NA ditemukan meninggal dunia secara mendadak pada Senin pagi.
Pria berumur empat puluh satu tahun tersebut tergeletak di depan area PT Bandar Nelayan saat menunggu jemputan medis. Saksi mata melihat korban sempat mengalami muntah hebat sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.
“Korban sudah meninggal dunia sebelum mobil yang akan mengantar ke rumah sakit tiba di dermaga,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.
Rekan kerja korban bernama Mujianto sempat membawa pria asal Jakarta itu menuju klinik kesehatan pada hari Minggu kemarin. Dokter memberikan sejumlah obat karena korban mengeluh pusing yang sangat hebat akibat serangan penyakit vertigo akut.
Namun kondisi kesehatan korban justru kembali menurun drastis saat berada di atas kapal pada keesokan harinya.
“Saksi melihat korban muntah-muntah di atas kapal sehingga berencana membawa kembali menuju rumah sakit terdekat,” ujarnya.
Saksi lainnya bernama Agus Gede Wijaya melihat korban berjalan sempoyongan seperti orang mabuk di sekitar area dermaga. Korban kemudian terjatuh ke jalanan dalam kondisi kejang serta mengeluarkan busa dari bagian mulut di depan saksi.
Tim medis yang datang ke lokasi tidak mampu menyelamatkan nyawa korban karena denyut nadi sudah berhenti.
“Korban sempat tidur di jalan dalam kondisi seperti orang kesurupan dan dari mulut mengeluarkan busa,” ujarnya.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh pria malang tersebut. Petugas justru menemukan satu tas selempang berisi beberapa jenis obat dokter yang ternyata belum sempat korban konsumsi.
Jenazah korban kini sudah berada di Rumah Sakit Sanglah guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.
“Di dalam tas kulit selempang warna hitam ditemukan beberapa jenis obat yang masih utuh atau belum diminum korban,” ujarnya. (ang/mbn)






















