Thursday, July 9, 2026
Thursday, July 9, 2026

Lansia 80 Tahun Ditemukan Meninggal Mengapung di Perairan Pantai Peninsula Nusa Dua

MANGUPURA, MediaBaliNews – Warga di kawasan pesisir Nusa Dua digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria lanjut usia (lansia) yang mengapung di tengah laut. Korban yang dilaporkan sering keluar rumah tanpa arah tersebut dievakuasi oleh petugas gabungan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan proses hukum lanjutan.

“Jasad korban berhasil dievakuasi dari tengah laut oleh personel gabungan Satpolairud, Basarnas, dan Balawista setelah menerima laporan dari masyarakat,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Senin, 6 Juli 2026.

Peristiwa penemuan jasad tersebut terjadi pada Minggu pagi, 5 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WITA. Lokasi tempat kejadian perkara (TKP) berada di perairan pantai depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Korban diidentifikasi bernama I Wayan Dapet, seorang lansia berusia 80 tahun yang merupakan warga asal Banjar Pande, Kelurahan Benoa.

“Kronologi bermula ketika salah seorang saksi mata melihat adanya objek mencurigakan yang terapung sekitar 40 meter dari tepian pantai,” ujarnya.

Saksi I Ketut Suata (52) yang pertama kali melihat tubuh korban langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa. Laporan darurat tersebut kemudian diteruskan secara kilat kepada personel Satpolairud Pos Nusa Dua yang kebetulan sedang bersiaga melakukan operasi SAR terbatas bersama Basarnas di Pantai Green Bowl.

Menerima informasi tersebut, empat personel Satpolairud Polresta Denpasar bersama tim Basarnas dan Balawista langsung meluncur ke lokasi penemuan. Menggunakan armada jet ski, petugas bergerak ke tengah laut menuju koordinat yang ditunjukkan saksi.

Saat didekati, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan tangan kanan yang tersangkut di sebuah pelampung tambatan perahu (jukung). Petugas kemudian mengevakuasi tubuh lansia tersebut ke daratan. Warga sekitar yang berkerumun di bibir pantai langsung mengenali wajah korban sebagai salah satu tetangga mereka di Kelurahan Benoa.

Baca Juga :  Identitas Mayat di Persawahan Badung Masih Gelap, Tato 'C2SP3R' Jadi Petunjuk Kunci

Berdasarkan keterangan saksi lain, I Wayan Suwitra (64), korban terakhir kali terlihat berjalan kaki keluar dari rumahnya pada Sabtu sore, 4 Juli 2026, sekitar pukul 15.00 WITA tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Dari hasil klarifikasi mendalam bersama pihak keluarga, terungkap bahwa korban sudah sejak lama menderita gangguan kesehatan berupa keterbelakangan mental. Pihak keluarga mengakui bahwa korban memang hampir setiap hari keluar rumah berjalan kaki sendirian dan kerap kali harus diantarkan pulang oleh warga yang mengenalnya karena tersesat.

“Pihak keluarga besar menyatakan telah ikhlas dan menerima kematian korban sebagai musibah murni. Mereka menegaskan tidak ada indikasi tindak pidana di balik peristiwa ini, serta menolak melakukan tuntutan hukum yang dikuatkan dengan surat pernyataan resmi,” tutur Kasi Humas.

Usai dipastikan oleh pihak keluarga, jenazah jasad lansia tersebut langsung diserahkan petugas untuk dibawa menuju ke rumah duka menggunakan mobil ambulans guna mempersiapkan prosesi upacara keagamaan adat setempat. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI