BULELENG, MediaBaliNews – Menghilang selama 7 hari, seorang kakek bernama Gede Sedana (80) asal Dusun Pondok, Desa Petandakan, Buleleng ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di bawah jurang yang berjarak sekitar 6 Kilometer dari rumahnya, Senin (21/8).
Diberitakan sebelumnya bahwa Basarnas Bali menerima informasi adanya seorang warga yang meninggalkan rumah sejak hari Selasa (15/8) pukul 01.00 Wita dan tak kunjung kembali.
Dugaan awal dari informasi yang diterima Basarnas Bali, kakek tersebut terjatuh ke jurang karena dalam kondisi linglung. Laporan dari pihak keluarga segera direspon dengan menggerakkan personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. Baru pada operasi SAR hari ke 7, mereka telah menemukan korban.
Dalam upaya pencarian, sebanyak lima personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng bersama dengan unsur SAR lainnya serta masyarakat dan pihak keluarga. Penyisiran sempat dilakukan di sepanjang aliran sungai, persawahan dan ladang sekitar sejak pukul 09.15 Wita.
Kemudian, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Dudi Librana mengatakan bahwa Tim SAR gabungan menemukan jenasah korban yang berada pada semak-semak di bawah pohon bambu. Selanjutnya jenasahnya dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng.
“Target sudah ditemukan pada pukul 11.45 Wita di kedalaman atau dalam jurang kurang lebih 5 sampai 6 meter,” ungkapnya.
Lebih lanjut, selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali (Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng), Babinkamtibmas Desa Petandakan, Babinsa Desa Petandakan, BPBD Kabupaten Buleleng, Perangkat Desa Petandakan, Bhuana Bali Resue, keluarga korban dan masyarakat setempat. (ika/mbn)






















