JEMBRANA, MediaBaliNews – Akibat lupa mematikan dupa usai sembahyang, rumah milik Ketut Walem (58) warga Banjar Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana dilahap sijago merah, Senin (22/5).
Dari informasi, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Ketut Lestra yang kebetulan melintas di depan rumah korban usai dirinya mencari rumput untuk pakan sapi miliknya.
“Saksi ini kebetulan melintas di depan rumah korban dan melihat ada asap tebal, saksi ini mengira pemilik rumah sedang membakar sampah. Merasa ada yang janggal saksi ini lantas mendatangi rumah tersebut dan mendapati tidak ada orang dirumah tersebut, ” Ungkap Kasat Pol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.
Mengetahui hal tersebut, Lestra lantas meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk menghubungi Mako Pemadam Kebakaran dan mencari pemilik rumah di ladang.
“Dari pengakuan korban, sebelum berangkat ke ladang dirinya sempat sembahyang dan meninggalkan dupa dengan kondisi masih menyala, ” jelas Leo.
Mendapati adanya laporan tersebut, regu tiga Pemadam Kebakaran yang sedang piket langsung menuju ke lokasi kebakaran. Setelah 30 menit berjibaku, petugas berhasil memadamkan api dengan menghabiskan 3.500 liter air.
“Keadaan rumah tidak ada orang sehingga tidak terdapat korban luka, yang terbakar ini rumah dengan luas 6 meter × 5 meter. Dengan kejadian ini korban mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp. 25 Juta, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















