TABANAN, MediaBaliNews – Otoritas kesehatan Tabanan langsung bertindak menanggapi serangan anjing liar. Insiden itu menimpa lima belas pengunjung di kawasan Gunung Batukaru. Dinkes segera berkolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan.
“Kami telah berkoordinasi dengan dua puluh puskesmas dan seluruh rumah sakit. Hal ini untuk memastikan semua korban mendapat penanganan sesuai prosedur medis,” ujar Kepala Dinkes Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi.
Lima orang korban telah mendapat perawatan di Puskesmas Pupuan I. Perawatan yang diberikan meliputi pencucian luka. Mereka juga menerima vaksin antirabies sesuai standar.
“Kami telah memberikan vaksin antirabies sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh fasilitas kesehatan tetap siaga,” terangnya.
Dinkes juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian. Mereka berupaya melacak anjing yang menyerang para korban. Pemeriksaan otak hewan itu akan dilakukan untuk menentukan status rabies.
“Pelacakan terhadap anjing yang menggigit para korban sedang dilakukan. Kami ingin memastikan ada atau tidaknya virus rabies,” jelasnya.
Otoritas kesehatan menjamin persediaan vaksin antirabies dan serum. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Bali. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan. (ang/mbn)


























