Tuesday, October 27, 2026
Tuesday, October 27, 2026

Bekali Keterampilan Mandiri, Lapas Kelas IIB Tabanan Sukses Panen Belasan Kilogram Jagung di Kebun SAE

TABANAN, MediaBaliNews – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan membuktikan komitmennya dalam menggenjot program pembinaan kemandirian warga binaan melalui hasil nyata sektor pertanian. Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas sukses menggelar panen komoditas jagung pada Selasa (20/10/2026), yang melibatkan keterlibatan aktif para warga binaan dari tahap pengolahan lahan hingga masa petik.

Program pembinaan berbasis agrikultur ini dirancang secara terstruktur agar para warga binaan tidak sekadar menjalani masa pidana, melainkan menyerap pengalaman kerja produktif yang dapat diaplikasikan secara mandiri begitu mereka bebas kembali ke tengah masyarakat.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Ketahanan Pangan Lapas Tabanan, Nur Bagus Wahyudi, memaparkan bahwa area kebun SAE sengaja dioptimalkan sebagai ruang belajar terbuka yang berkelanjutan. Setiap tahapan budidaya—mulai dari penyiapan tanah, penyemaian, perawatan rutin, hingga pemanenan—dikelola langsung oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas.

“Melalui kegiatan pertanian seperti ini, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga dapat melihat hasil dari proses yang mereka jalani,” ujar Nur Bagus saat membeberkan efektivitas program pembinaan tersebut.

Pihaknya menuturkan, pengalaman praktis tersebut sengaja dihadirkan agar warga binaan memahami bahwa setiap pencapaian membutuhkan proses panjang dan konsistensi. Bekal keterampilan bercocok tanam ini diharapkan membengkak drastis nilai manfaatnya sebagai bekal modal sosial ketika para warga binaan kembali merajut kehidupan normal di masyarakat.

Panen raya di kebun asimilasi tersebut kali ini sukses menghasilkan 15 kilogram jagung siap konsumsi. Seluruh komoditas hasil keringat warga binaan itu kemudian dipasarkan dengan harga jual sebesar Rp15.000 per kilogram.

Perputaran hasil panen ini dinilai penting untuk memperkenalkan siklus ekonomi riil kepada warga binaan, menjembatani kerja keras di balik tembok lapas dengan hasil produktif yang nyata.

Baca Juga :  Lakalantas Tabanan, Pengendara Nmax Tewas Usai Hilang Konsentrasi

Kebahagiaan dan antusiasme pun dirasakan langsung oleh para peserta program. Salah seorang warga binaan berinisial Gede A. menuturkan bahwa keterlibatannya di kebun SAE memberikan warna tersendiri selama menjalani masa pembinaan.

“Selama di SAE Kebun, saya mendapat banyak pengalaman tentang bercocok tanam. Keberhasilan panen berkali-kali membuat kami merasa senang karena apa yang kami kerjakan memberikan hasil yang nyata,” ungkap Gede A. dengan raut wajah semringah.

Pihak lapas memastikan bahwa program ketahanan pangan di area SAE tidak akan berhenti pada komoditas jagung semata. Ragam inovasi pertanian berkelanjutan terus disiapkan agar ruang belajar bagi warga binaan semakin kaya variasi, sekaligus menepis anggapan miring bahwa sistem pemasyarakatan terisolasi dari dunia produktif luar. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI