TABANAN, MediaBaliNews – Manajemen operasional DTW Tanah Lot mengawali tahun 2026 dengan rencana besar terkait peningkatan kualitas infrastruktur di seluruh kawasan wisata. Fokus utama pengelola adalah melakukan rehabilitasi serta perbaikan pada berbagai fasilitas umum yang sudah mulai mengalami kerusakan. Langkah strategis ini diambil demi memberikan rasa aman serta kenyamanan maksimal bagi para pelancong yang terus berdatangan.
“Harapan kami pada tahun 2026 adalah memulai perbaikan infrastruktur serta fasilitas umum guna meningkatkan kepuasan dan kenyamanan bagi setiap pengunjung,” ungkap Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, Kamis 1 Januari 2026.
Tim manajemen saat ini sudah memetakan titik-titik fasilitas publik mana saja yang membutuhkan penanganan medis atau renovasi segera. Program perbaikan ini juga menyasar kenyamanan bagi para pramuwisata serta agen perjalanan yang menjadi mitra setia pengelola. Fasilitas yang prima diyakini akan menjadi modal kuat dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke depannya.
“Kami sudah merancang dan menentukan fasilitas umum mana yang akan diperbaiki serta direhabilitasi untuk mendukung kegiatan pariwisata di kawasan ini,” katanya.
Selain infrastruktur fisik, manajemen juga memperbaiki pola komunikasi dengan para pengantar tamu melalui agenda rutin tatap muka. Sinergi antara fasilitas yang baik dengan pelayanan yang ramah menjadi standar baru yang ingin dicapai oleh pengelola. Ke depan, Tanah Lot diharapkan mampu menjadi destinasi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga unggul secara fasilitas.
“Mudah-mudahan rencana perbaikan infrastruktur ini memberikan kepuasan kepada wisatawan mancanegara serta domestik yang datang ke kawasan Tanah Lot,” pungkasnya. (ang/mbn)


























