Thursday, April 23, 2026
Thursday, April 23, 2026

Diduga Akibat Kerja Berlebihan, Karyawan Swasta Nganjuk Ditemukan Tak Bernyawa di Tabanan

TABANAN, MediaBaliNews – Seorang karyawan swasta asal Nganjuk, Jawa Timur, Mudi Susilo, 46 tahun, ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Tabanan. Korban ditemukan tergeletak bersama sepeda motornya pada Jumat pagi (31/10/2025).

Polisi menduga keras kematian mendadak tersebut diakibatkan kelelahan atau kecapekan ekstrem karena memforsir pekerjaan. Penemuan jasad korban ini mengejutkan pengendara yang melintas di daerah Selemadeg.

Penemuan jasad ini dilaporkan oleh pengendara yang melintas sekitar pukul 06.10 WITA. Lokasi kejadian berada di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg.

“Telah ditemukan orang meninggal dunia di pinggir jalan raya, diduga karena kelelahan,” ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Wayan Suastika.

Ia menjelaskan, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa bersama sepeda motornya yang terjatuh. Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Saksi Aidha Fathia dan suaminya, I Kadek Juni Suartama, merupakan orang yang pertama menemukan korban. Mereka melintas dari arah barat di Jalan Denpasar-Gilimanuk dan melihat sepeda motor tergeletak di pinggir jalan bersama pengemudinya. Mereka segera menghentikan laju kendaraan dan berupaya menolong.

Saksi Kadek Juni memanggil-manggil pengendara tersebut tetapi tidak mendapat jawaban sama sekali. Setelah mendekat, kedua saksi mencoba menaikkan sepeda motor korban dan melentangkan korban di pinggir jalan. Ketika memeriksa denyut nadi, mereka mendapati Mudi Susilo sudah tiada.

“Saat dicek, nadi korban sudah tidak ditemukan denyutnya,” tutur Kompol I Wayan Suastika. Ia menambahkan, saksi Aidha Fathia segera menghubungi unit laka lantas Polres Jembrana. Informasi tersebut lantas diteruskan kepada personel Polsek Selemadeg untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi berhasil mengidentifikasi korban dan menghubungi rekan kerjanya, Yusup. Yusup menerangkan bahwa Mudi Susilo merupakan rekan kerja sekaligus keluarganya. Tiga hari sebelum kejadian, korban masih bekerja di kantor penjualan pipa di daerah Sempidi.

Baca Juga :  Konsultasi Publik Fasilitasi Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan Proyek KPBU RSUD Tabanan

Yusup menjelaskan bahwa selama bekerja, ia melihat wajah korban pucat dan tampak kelelahan. Yusup menafsirkan kondisi pucat itu akibat pekerjaan korban sebagai sales yang memforsir perjalanan jauh. Korban sering menempuh jarak yang jauh saat menawarkan barang ke toko-toko supplier.

“Rekan kerja korban melihat wajah korban pucat dan nampak seperti kelelahan yang berlebihan,” tegas Kompol I Wayan Suastika. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai sales pipa menuntut korban menempuh perjalanan yang jauh. Petugas menduga kuat kematian disebabkan kondisi fisik korban yang drop.

Tim Polsek Selemadeg segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Dokter yang memeriksa di RS Singasana Nyitdah, dr. Kadek Bayu Suartawan, menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keterangan ini memperkuat dugaan kematian disebabkan faktor internal tubuh.

Keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni. Mereka secara tegas menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Penolakan ini dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Polisi telah mencatat keterangan seluruh saksi dan melaporkan temuan tersebut kepada Kapolres Tabanan. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI