Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Diduga Alami Pneumonia, Dua Ekor Sapi Milik Kelompok Ternak di Negara Mati

JEMBRANA, MediaBaliNews – Nasib malang dialami kelompok ternak sapi di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Pasalnya, dua ekor sapi milik dua klompok ternak tersebut didapati telah mati, Selasa (6/2).

Menurut informasi, dua ekor sapi yang mati tersebut merupakan sapi bantuan dari Desa Tegal Badeng Timur kepada kelompok ternak Asri.

Sebelumnya, sapi milik kelompok ternak Ceria juga telah ada yang mati. Sedangkan, sapi milik kelompok Tangi Mekar kini mengalami kondisi yang kurang baik. Diketahui, dari masing-masing kelompok ternak di Desa Tegal Badeng Timur terdiri dari 10 orang anggota.

Saat dikonfirmasi, Tibyan Hadi yang merupakan pemelihara sapi mengatakan, sapi milik kelompok ternak Asri yang didapati mati ini diterima pada bulan Oktober 2023 lalu.

Lebih lanjut, ia mengaku bahwa sapi yang dipelihara olehnya memang telah sakit sejak beberapa hari yang lalu. Selain itu, sapi tersebut juga sudah sempat diobati.

“Ini sudah vaksin. Kemarin biasa makan, minum juga. Terus tadi pagi tidak bisa bangun dan sekitar jam 10 pagi mati dengan kondisi keluar ingus dan tenggorokannya bengkak, ” ungkap Tibyan Hadi saat ditemui dikandang sapinya di Desa Tegal Badeng Timur.

Hal senada juga dilontarkan oleh Ridwan, ia juga salah satu anggota kelompok Asri. Dimana, sapi yang dipelihara olehnya juga mati dihari yang sama.

“Kami tidak tahu kenapa sapi kami mati. Tapi memang tidak sempat lahap makan. Dan ketika mati perutnya kembung,” kata Ridwan.

Dengan adanya kejadian tersebut, mereka berharap masalah ini dapat ditangani petugas sehingga jika ada penyakit atau virus tidak menyebar ke ternak lainnya dan bisa meminimalisir kerugian.

Sementara, Kepala Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan, I Wayan Widarsa membenarkan adanya laporan dari tim medik veteriner Kecamatan Negara ada kematian sapi pada Senin kemarin (5/2) dengan gejala perut kembung dan keluar busa.

Baca Juga :  Sukses Hadirkan Kegiatan Otomotif di Jembrana, Bupati Tamba Diganjar IMI Achievement 2022

“Kami menduga ini Bloat kemungkinan karena salah pakan/rumputnya atau keracunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hari ini telah terjadi dua kematian sapi. Dimana sebelumnya sapi tersebut mengalami sesak nafas, keluhan di leher, ingusan, dan mengarah ke pneumonia.

“Sapinya mati tadi pagi. Kemungkinan karena gizi buruk, infeksi bateri,” terangnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya dari dinas akan turun ke lapangan Rabu (7/2) untuk melakukan pelayanan. “Kami akan lakukan pelayanan maksimal,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI