DENPASAR, MediaBaliNews – Bau busuk yang menyengat dari sebuah rumah kontrakan mengagetkan masyarakat sekitar Banjar Mandala Sari. Warga setempat yang curiga kemudian memeriksa sebuah kamar terkunci milik seorang pria bernama Rudi Ganti. Mereka terkejut saat menemukan penghuni kamar tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa di lokasi.
“Terkait adanya peristiwa tersebut personel identifikasi segera mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).
Adik kandung korban awalnya mendatangi tempat kejadian perkara hanya untuk mengambil tumpukan pakaian kotor. Saksi langsung menjerit meminta tolong setelah melihat kondisi tubuh kakaknya yang sudah mengalami perubahan warna. Suara teriakan histeris dari dalam bangunan tersebut seketika mengundang kedatangan pemilik kos dan tetangga.
“Begitu membuka pintu kamar kos saksi mencium bau busuk kemudian saksi kaget melihat korban sudah tidak bergerak dan seluruh badan sudah hitam,” ujar adik korban, Gundu Panca Marano kepada polisi di lokasi kejadian.
Petugas keamanan lingkungan yang datang ke lokasi segera menutup mayat terlentang itu menggunakan selembar kain. Almarhum sendiri tercatat baru tinggal di lingkungan Kelurahan Dangri Kelod tersebut selama dua bulan terakhir. Selama menempati rumah kontrakan itu, korban dikenal sangat jarang bergaul ataupun mengeluhkan kondisi kesehatannya.
“Sampai di tempat kos saksi melihat korban sudah tidak bernapas kemudian saksi mengambil sarung lalu menutup mayat korban,” tutur petugas keamanan, I Made Merta.
Tim Inafis Polresta Denpasar yang melakukan pemeriksaan luar memastikan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan fisik. Dokter memperkirakan pria berusia lima puluh enam tahun tersebut sudah mengembuskan napas terakhir sejak kemarin. Kondisi jasad yang mulai mengalami pembusukan alami memperkuat dugaan bahwa kematian telah lewat dua puluh empat jam.
“Korban dalam keadaan terlentang memakai kemeja coklat dan celana jins hitam, serta diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam,” jelas IPTU I Gede Adi.
Pihak keluarga mengaku pasrah serta mengikhlaskan musibah ini karena korban memiliki riwayat gangguan medis yang berat. Almarhum konon mengidap penyakit jantung koroner akut yang kerap kambuh secara mendadak saat beraktivitas sendirian. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah kemudian mengevakuasi peti jenazah menuju kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah.
“Keluarga korban sudah berkoordinasi dan mengikhlaskan kematian korban karena yang bersangkutan memang mempunyai riwayat sakit jantung,” pungkas IPTU Gede Adi. (ang/mbn)






















