JEMBRANA, MediaBaliNews – Diakibatkan cuaca ekstrem berupa hujan dengan itensitas tinggi, sebuah senderan tembok penyengker di Pura Puseh lan Desa Adat Kedisan, Desa Yehmbang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana roboh pada Minggu, (10/3).
Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Agus Artana Putra mengaku, setelah mendapatkan informasi pihaknya lantas melakukan penanganan kelokasi pada hari Rabu (13/3) kemarin.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, dari hasil asessment senderan pura yang tepatnya dibagian utama Mandala Pura Puseh lan Desa Adat Kedisan roboh yanh disebabkan hujan dengan itensitas tinggi.
“Ukuran tinggi pondasi 2 meter, tinggi tembok 1,06 meter, dan panjang tembok 23 meter, ” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Kamis (14/3).
Akibat kejadian tersebut, pihaknya menafsirkan kerugian yang dialami kurang lebih sebesar Rp. 60 Juta.
Dengan seringnya terjadi cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jembrana belakangan ini, pihaknya berharap masyarakat dapat segera menghubungi Pusdalops BPBD Jembrana melalui Whatsapp atau aplikasi JES apa bila terjadi bencana.
“Untuk masyarakat yang bermungkim di lereng perbukitan agar memastikan lokasinya aman dari longsor, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















