DENPASAR, MediaBaliNews – Kebakaran hebat melanda deretan bangunan indekos semi permanen di kawasan Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, pada Jumat pagi. Peristiwa nahas tersebut merenggut satu korban jiwa akibat terjebak reruntuhan bangunan dan menyebabkan satu penghuni lainnya menderita luka bakar.
“Peristiwa kebakaran mengakibatkan satu orang perempuan lanjut usia berinisial S (70) meninggal dunia di lokasi kejadian karena tertimpa puing bangunan yang runtuh saat api berkobar, serta satu orang korban mengalami luka bakar,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Insiden kebakaran terjadi pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WITA. Tempat kejadian perkara (TKP) berlokasi di bangunan indekos semi permanen Jalan Tukad Pancoran Gang IV K1, Lingkungan Banjar Bekul, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, titik api pertama kali terpantau dari salah satu kamar indekos di lantai dua yang dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Seorang saksi, Gustina Haban (42), melihat kobaran cahaya dari celah pintu kamar kosong tersebut usai mandi, lalu panik berteriak kebakaran sembari menyelamatkan anak-anaknya.
Teriakan tersebut memicu kepanikan warga di lantai dua yang berhamburan menyelamatkan diri. Suami korban, Abdul Jalil (70), serta saksi Adi Rijal (61) sempat berupaya menolong korban S yang bertugas sebagai penjaga kos. Namun, karena korban merupakan lansia yang memiliki keterbatasan fisik dan sulit berjalan, amukan api yang merambat cepat keburu merobohkan konstruksi atap bangunan semi permanen hingga menimpa tubuhnya.
Sementara itu, korban lain bernama I Gusti Ngurah Bayu Triarsa (30) yang semula telah berhasil keluar bersama keluarganya, nekat menerobos kembali ke kamarnya di lantai dua untuk mengambil dompet. Saat bergegas menuruni tangga, korban tersambar kobaran api sehingga mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bali Royal (RS BROS) Renon.
Hembusan angin kencang dan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api meluas ke area sekitarnya. Amukan si jago merah menghanguskan, 10 unit kamar indekos semi permanen beserta seluruh perabotan di dalamnya, 1 unit bangunan rumah tinggal pribadi, 1 unit bengkel las yang berada persis di sisi area indekos.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Denpasar mengerahkan sebanyak 7 unit armada mobil pemadam ke lokasi kejadian. Petugas berjibaku menyemprotkan air hingga akhirnya amukan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 07.15 WITA.
“Berdasarkan hasil olah TKP awal, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik dari kamar indekos yang kosong,” paparnya.
Jenazah korban S ditemukan petugas tertimbun puing-puing bangunan dalam posisi tengkurap. Tim evakuasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar kemudian membawa jenazah korban menuju Instalasi Forensik RSUP Prof Ngoerah Denpasar guna penanganan medis lebih lanjut. (ang/mbn)






















