JEMBRANA, MediaBaliNews – Prediksi puncak arus wisatawan domestik (wisdom) yang memanfaatkan libur panjang Natal dan Tahun baru (Nataru) 2023 ke Bali, diperkirakan terjadi pada H-2 jelang tutup tahun 2022.
Hal tersebut disampaikan, Kordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XII Bali, Pelabuhan Gilimanuk I Nyoman Sastrawan. Ia mengatakan, puncak arus liburan Nataru ini, akan terjadi diakhir bulan Desember atau saat masuki pengujung tahun 2022 ini.
“Sebenarnya sudah ada kenaikan (arus penumpang masuk Bali), cuma puncaknya nanti, mungkin sekitar tanggal 29, 30, 31 itu puncak wisatawan yang datang ke Bali,” kata Sastrawan, saat ditemui MediaBaliNews, Selasa (27/12/2022) diruang kerjanya.
Selain arus wisdom masuk Bali, lanjutnya, arus balik wisatawan yang meninggalkan pulau Bali juga sudah mulai ada peningkatan. Namun, kata dia, puncak arus balik nanti diprediksi setelah pergantian tahun dari/ke tahun baru 2023 nanti.
“Kita prediksi mungkin tanggal 1, mulai siang atau sore sudah mulai ramai hingga tanggal 2 dan 3, itu puncaknya penumpang yang akan berangkat dari Bali ke Jawa,” imbuhnya.
Terkait antisipasi lonjakan penumpang atau wisdom, baik yang datang maupun keluar Bali. Pihaknya sudah menyiapkan beberapa pola, mulai pola normal, padat dan sangat padat. Untuk saat ini, kata dia, masih diberlakukan pola normal, dimana jumlah kapal beroperasi sebanyak 28 kapal.
Namun, lanjutnya, jika ada perubahan pola menjadi sangat padat. Pihaknya sudah menyiapkan penambahan jumlah kapal yang beroperasi. Jika sebelumnya 28 kapal, ditambah menjadi 32 kapal dengan mempercepat proses waktu bongkar muat penumpang kapal, baik di Pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang.
Kondisi saat ini, selain jumlah penumpang dari Jawa ke Bali mengalami peningkatan. Jumlah penumpang yang keluar Bali juga meningkat. Data dari BPTD Bali Satpel Gilimanuk mencatat jumlah penumpang yang keluar Bali melalui pelabuhan Gilimanuk per tanggal 27 Desember 2022, selama kurun waktu 24 jam terakhir mencapai 22.311 orang. Melonjak 108 persen dibanding tahun 2021 lalu, tercatat sebanyak 10.474 orang pada hari yang sama.
Disinggung terkait cuaca buruk, pihaknya mengatakan, sudah melakukan kordinasi dan sepakat untuk melakukan penundaan keberangkatan kapal, jika terjadi cuaca buruk.
“Jadi kita juga sudah sepakat, dengan rekan-rekan, baik yang di Ketapang maupun Gilimanuk. Kalau memang itu cuaca sangat ekstrem, kita akan menunda keberangkatan kapal. Kemudian menunggu cuaca membaik, baru kita akan berangkatkan, demi untuk keselamatan penumpang,” pungkasnya. (cak/mbn)


























