MANGUPURA, MediaBaliNews – Kepolisian Sektor Kuta Selatan menyelidiki peristiwa penemuan mayat di Badung yang menggemparkan warga Lingkungan Cengiling.
Sosok pria paruh baya ditemukan terbujur kaku di dalam sebuah bangunan bekas kantor perusahaan kontraktor. Bau menyengat dari lokasi kejadian memicu kecurigaan tetangga sekitar yang semula mengira ada bangkai binatang.
“Personel piket fungsi segera mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima informasi dari warga mengenai adanya aroma busuk,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya saat memberikan keterangan pers.
Saksi mata I Made Sudita mengaku mulai mencium bau menyengat tersebut semenjak hari Sabtu petang kemarin. Langkah pengecekan baru terlaksana keesokan paginya lantaran lalat hijau tampak mulai berkerumun di sekitar area pekarangan. Ketika mengintip melalui celah jendela kamar, saksi terkejut melihat sesosok manusia terlentang di lantai.
“Warga sekitar langsung menghubungi pihak kepala lingkungan untuk meneruskan temuan darurat ini kepada aparat kepolisian setempat,” katanya.
Kondisi jenazah saat evakuasi berada dalam posisi telentang beralaskan perlak motif bunga tanpa mengenakan baju. Korban hanya memakai celana jeans pendek warna biru dengan bagian wajah yang sudah mengalami kerusakan alami. Tim Identifikasi dari Polresta Denpasar langsung menggelar olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung di lokasi.
“Hasil pemeriksaan luar oleh Unit Inafis menunjukkan tidak ada indikasi ataupun bekas penganiayaan pada tubuh korban,” tuturnya.
Berdasarkan data kartu identitas, korban diketahui bernama Ngatono yang berasal dari daerah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pria berumur empat puluh lima tahun tersebut tercatat sudah menumpang tinggal di bangunan kosong itu selama sebulan. Pihak kepolisian menduga kuat korban meninggal dunia beberapa hari lalu akibat penyakit yang dideritanya.
“Kondisi fisik korban memang sudah mulai membusuk karena perkiraan waktu kematiannya berkisar antara dua sampai tiga hari,” ucapnya.
Saksi lainnya, Nopi Pauziah, memaparkan bahwa korban sempat bertandang ke rumahnya untuk mencari peluang kerja di bidang proyek. Lantaran status korban sedang menganggur, saksi memberikan izin kepadamu korban untuk menetap sementara waktu di bekas kantornya. Pertemuan tatap muka terakhir pada hari Kamis memperlihatkan kondisi korban yang tampak sehat walafiat.
“Pemilik bangunan CV Soma Lentera Oetama General Contractor membenarkan bahwa korban menumpang di sana karena tidak punya pekerjaan,” ungkapnya.
Upik Pamungkas sempat berupaya menelepon seluler milik korban setelah mendapat kabar dari pecalang namun tidak ada jawaban. Petugas kemudian membawa peti jenazah menggunakan mobil ambulans banser menuju ke ruang pemulasaraan Rumah Sakit Udayana. Pihak kerabat yang datang ke lokasi sepakat menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah murni.
“Aparat kepolisian menyarankan pihak keluarga angkat atau rekan kerja korban untuk segera membuat laporan resmi di Polsek Kuta Selatan,” pungkasnya. (ang/mbn)






















