JEMBRANA, MediaBaliNews – Kesiapan akan terselenggaranya perhelatan Dunia G20 yang dilaksanakan di Indonesia tepatnya di Pulau Bali membuat tingkat keamanan yang diperketat di seluruh pintu masuk Bali dan venue pertemuan. Pengamanan dalam pelaksanan Operasi Puri Agung 2022 ini melibatkan sedikitnya ribuan orang dari anggota Polri.
Pengamanan Konfrensi Tingkat Tinggi G20 dilakukan secara menyeluruh, serta memastikan situasi kundusif sebelum dan sesudah acara. Pengamanan dilakukan di seluruh pintu masuk Bali dan juga venue pertemuan. Bahkan, dalam pelaksanan Operasi Puri Agung 2022 ini melibatkan 6.722 orang anggota Polri.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat meresmikan Pos Sudirman Dewata, Selasa (02/07/2022). Dirinya juga mengatakan kesiapan melibatkan berbagai unsur. “Mulai dari Polda Bali, BKO Mabes Polri, Pol Udara, Densus dan unsur lainnya seperti lalulintas. Itu karena kita menbutuhkan anggota yang lebih dibandingkan kegiatan operasional yang dikelola dalam Operasi Puri Agung 2022,” ungkapnya.
Irjen Pol Jayan juga mengungkapkan, pola pengamanan yang diterapkan dalam oprasi tersebut adalah terbuka dan tertutup dengan sistem zona dan ring di lokasi yang tersebar jadi objek pelaksanaan G20. Mulai dari Bandara, selama perjalanan, tempat penginapan, lokasi kegiatan atau tempat lainnya yang digunakan untuk kegiatan para delegasi.
“Intinya pengamanan tidak hanya di lokasi saja, tapi juga dilakukan di pintu-pintu masuk seperti di Pelabuhan Gilimanuk. Kemudian Pelabuhan Padangbai, celukan bawang hingga Benoa. Prosesnya (pengamanan) itu dilaksanakan dari kedatangan sampai para delegasi itu meninggalkan Indonesia tentunya,” tegas Irjen Pol Jayan.
Putu Jayan juga menambahkan, pengamanan di pintu masuk sangat penting dilakukan. Pengamanan lebih bersifat ke preventif atau pencegahan seperti pemeriksan identitas (KTP). Intinya memberikan rasa nyaman dan aman terhadap orang-orang yang akan masuk Bali.
“Pengamanan sejatinya sudah mulai pada Desember 2021 lalu. Karena ini berentetan karena setiap bulan ada kegiatan yang berkaitan dengan event G20 ini. Namun, pengamanan disesuaikan dengan kegiatan delegas yang ada. Puncaknya dilaksanakan pada 14-15 November mendatang,” papar Irjen Pol Jayan Danu.
Disinggung mengenai kondisi terkini dan potensi kerawanan, Irjen Pol Jayan Danu menegaskan, hingga saat ini kondisi masih terkendali. “Karena bagaimanapun juga, kepedulian masyarakat untuk menjaga keamanan di wilayah masing-masing sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Tanpa masyarakat, petugas tak bisa bekerja secara optimal. Kami tegaskan partisipasi masyarakat sangat mendukung berjalannya acara ini,” tandasnya. (jar/war/mbn)






















