Monday, April 20, 2026
spot_img
Monday, April 20, 2026

Jelang Idul Adha, Karantina Bali Perketat Lalu Lintas Sapi Potong

DENPASAR, MediaBaliNews – Menjelang perayaan Iduladha 1446 Hijriah, arus distribusi hewan kurban kian padat. Merespons hal ini, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Bali meningkatkan pengawasan terhadap pengiriman ternak, terutama sapi potong yang keluar-masuk Pulau Dewata.

Langkah itu diambil guna menjamin kelayakan dan kesehatan sapi yang dilalulintaskan. Kepala Karantina Bali, Heri Yuwono, menegaskan bahwa setiap hewan kurban harus memenuhi standar kesehatan hewan serta lolos verifikasi dokumen karantina.

“Setiap sapi yang keluar dari Bali telah diperiksa secara menyeluruh oleh tim kami. Ini bagian dari tanggung jawab untuk menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan nasional,” kata Heri saat ditemui di Denpasar, Selasa, 27 Mei 2025.

Berdasarkan data Karantina Bali, sebanyak 40.995 ekor sapi telah dikirim ke luar pulau sepanjang Januari hingga 27 Mei tahun ini. Pengiriman tersebut dilakukan dalam 1.443 kali pengangkutan, seluruhnya melewati proses karantina di bawah pengawasan ketat.

Pemeriksaan dilakukan di tiga titik strategis: Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Celukan Bawang, dan Pelabuhan Benoa. Setiap sapi diperiksa oleh tim gabungan yang terdiri dari dokter hewan karantina dan paramedik hewan, untuk memastikan tidak terpapar Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Menurut Heri, peningkatan distribusi sapi menjelang Iduladha adalah siklus tahunan yang membutuhkan pengawasan lebih intensif. “Kami mengantisipasi peningkatan volume kiriman hewan sejak awal bulan. Koordinasi lintas instansi sudah kami lakukan untuk mendukung kelancaran distribusi,” ujarnya.

Bali dikenal sebagai salah satu lumbung sapi potong untuk kawasan timur Indonesia. Selain menjadi pemasok bagi pasar domestik, daerah ini juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ketersediaan hewan kurban menjelang hari raya besar Islam.

Karantina Bali juga mengingatkan bahwa peran masyarakat dan pelaku usaha sangat krusial dalam pengendalian distribusi ternak. Mereka diminta patuh terhadap aturan karantina dan melaporkan seluruh aktivitas pengiriman hewan serta produk turunannya.

Baca Juga :  Diduga Mengantuk, Mobil 4 Penumpang Hantam Pohon Perindang di Melaya

“Ini bukan sekadar urusan logistik. Ini soal menjamin bahwa hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat benar-benar dalam kondisi sehat. Pengawasan ini bagian dari upaya kolektif menjaga kesehatan masyarakat,” kata Heri.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan, penguatan pengawasan menjelang Iduladha dilakukan secara nasional. Bali termasuk wilayah dengan pengawasan prioritas karena volume pengiriman sapi yang tinggi dan posisinya sebagai daerah transit.

Barantin juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keamanan hayati nasional. “Kami mengimbau seluruh pelaku usaha untuk disiplin. Kepatuhan pada prosedur karantina adalah benteng utama mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.

Dengan ketatnya prosedur dan sinergi antarlembaga, distribusi sapi potong dari Bali dipastikan tetap berjalan lancar hingga puncak perayaan Iduladha. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI