TABANAN, MediaBaliNews – Evakuasi Pendaki Gunung Batukaru segera dilakukan Tim SAR Gabungan menyusul laporan lima pendaki kelelahan ekstrem. Kelima remaja itu dilaporkan tidak mampu berjalan saat berusaha turun dari ketinggian puncak Gunung Batukaru, Tabanan, Minggu dini hari. Peristiwa ini terjadi tepat sekitar pukul 01.00 Wita dan mengaktifkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar secara siaga.
“Laporan diterima petugas siaga dari pendaki lain yang saat itu bertemu dengan lima orang pendaki yang membutuhkan bantuan,” kata Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan sumber informasi.
Rombongan tersebut memulai aktivitas Pendakian Gunung Batukaru pada Sabtu pagi pukul 08.45 Wita melalui Jalur Pendakian Pura Malen. Mereka mulai turun menjelang sore hari sekitar pukul 17.30 Wita dengan membagi diri menjadi dua kelompok berbeda. Sayangnya lima orang pendaki muda itu mengalami Kelelahan Pendaki Tabanan pada ketinggian 1725 meter di atas permukaan laut. Nama kelima pendaki yang dievakuasi tersebut meliputi I.B Komang Tirtha, I.B Gede Agung, Putu Bayu Putra, Putu Gede Agus, dan Putu Wisma Yoga.
Koordinator Pencarian dan Pertolongan, Dwi Jumi Antara, langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengirimkan tim. Pukul 03.20 Wita, Tim SAR Gunung Batukaru Gabungan mulai bergerak naik mencari posisi target untuk memberikan pertolongan maksimal. Kantor SAR Denpasar mengerahkan tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng dibantu unsur SAR lain. Koordinasi terjalin baik dengan BPBD Tabanan, Polsek Pupuan, pemandu lokal, dan berbagai potensi SAR setempat lainnya.
Petugas gabungan berhasil menemukan seluruh target pada pukul 05.45 Wita di ketinggian 1534 meter di atas permukaan laut dengan cepat. Semua pendaki dilaporkan dalam kondisi baik dan aman meskipun mereka hanya mengalami kram otot pada bagian kaki. Tim SAR selanjutnya mengevakuasi seluruh pendaki tersebut turun menuju Pura Malen untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami berhasil menemukan target pada koordinat yang ditentukan; mereka hanya mengalami kram otot kaki,” tambah Dwi Jumi Antara, mengonfirmasi kondisi terkini para korban.
I Nyoman Sidakarya meminta masyarakat selalu mempersiapkan fisik serta perbekalan memadai sebelum melakukan pendakian di Gunung Batukaru. Tindakan pencegahan ini sangat penting agar insiden kelelahan ekstrem atau kejadian serupa tidak terulang kembali. Dengan ditemukannya seluruh pendaki tersebut, operasi SAR gabungan yang melibatkan berbagai unsur resmi dihentikan sepenuhnya. (ang/mbn)


























