Thursday, February 19, 2026
Thursday, February 19, 2026

Meriahkan Festival Seni Bali Jani, Kelompok Wartawan Budaya Sajikan Drama Teater dengan Judul “Nguber Berita ka Nusa”

DENPASAR, MediaBaliNews – Jika selama ini wartawan hanya meliput berbagai kegiatan, kali ini para pemburu berita diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam memeriahkan Festival Bali Jani.

Para jurnalis yang termasuk didalam Kelompok Wartawan Budaya Bali dan didukung oleh sejumlah pegiat teater, diberi kesempatan untuk mengisi pergelaran dengan menyajikan pergelaran drama teater bertajuk “Nguber Berita Ka Nusa” yang akan digelar di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (28/7) yang dimulai pukul 17.00 Wita.

Ketua Kelompok Wartawan Budaya Bali, I Putu Suryadi menejelaskan bahwa drama teater dengan judul “Nguber Berita Ka Nusa” ini diangkat dari kisah nyata dari seorang wartawan magang saat melaksanakan peliputan ke Nusa Penida. Sang wartawan muda yang berasal dari Kusamba itu menyebrangi lautan dengan menumpang jukung bersama dengan ayahnya yang merupakan seorang nelayan.

Kemudian, pada saat ditengah laut dia mengalami pergolakan filosofis dengan sang ayah mengenai bagaimana semestinya menjadi seorang wartawan dan tanggung jawabnya pada tradisi dan masyarakat pesisir.

Tidak hanya itu, untuk bisa menepi di pesisir Nusa Penida, ia dan sang ayah harus berhadapan dengan badai hebat. Meski badai bisa dilalui, merekamasih harus menghadapi masalah lain yang tidak terduga.

“Drama teater ini kiranya mewakili potret dunia wartawan yang mesti dijalani dengan penuh dedikasi dan keberanian sekaligus pesan tentang masyarakat pesisir dengan budaya dan tradisinya yang khas di tengah himpitan modernitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suryadi mencontohkan keberadaan jukung Kusamba yang unik kini makin jarang ditemukan. Padahal, jukung Kusamba memiliki nilai estetika yang tinggi, sehingga dapat memikat sejumlah pelukis ternama untuk datang ke desa itu untuk melukisnya.

Kemudian, salah satu pelukis Indonesia yanh mengabdikan jukung Kusamba dalam lukisannya, yakni Affandi. Dari sisi tradisi, kedua desa itu juga memiliki tradisi nyepi segara yang merupakan wujud dari penghormatan terhadap laut dengan segala isinya.

Baca Juga :  Tim SAR Temukan Korban Terakhir Tanah Longsor di Desa Tribuana

“Hal-hal itu kami munculkan dalam pergelaran dengan harapan muncul kesadaran tentang budaya pesisir yang khas Bali mesti dijaga dan didayagunakan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir juga,” imbuh Suryadi yang juga menjadi produser pergelaran.

Pergelaran “Nguber Berita ka Nusa” disutradarai Putu Supartika, wartawan yang juga sastrawan muda Bali serta dibantu pegiat teater, Agus Wiratama. Naskah disusun I Made Adnyana Ole dan I Made Sujaya. Drama teater ini didukung sejumlah aktor, antara lain Dede Satria Aditya, Amrita Dharma Darsanam, I Putu Made Manipuspaka, IK Eriadi Ariana, Hendra Wibowo, dan didukung sejumlah penari. Penata musik, Ary Palawara; tata panggung dan lighting, Made Satria Dwi Arta; penata artistik, I Nyoman Budarsana; dan desain grafis, Gede Apgandi Pranata. Para pendukung, antara lain Ni Luh Putu Wahyuni Sari, Ni Kadek Novi Febriani, I Wayan Sumatika, I Putu Gede Raka Prama Putra, Ni Luh Rhismawati, Gung Indi, Adi Surya, Ketut Winata, Gede Astawa, Ade Grantika, Adrian Suwanto, dan Bayu Sastra Nagari.

Selain berpartisipasi dalam menyajikan drama teater, Kelompok Wartawan Budaya Bali juga menggelar diskusi pojok media di Perpustakaan Widya Kusuma, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.

Dalam gelar pojok media terdiri dari dua sesi. Sesi pertama, Jumat (28/7) pukul 15.00 Wita dengan topik “Reportase Jurnalisme Kultural, Berita Kisah: Antara Ada dan Tiada” dengan narasumber wartawan senior sekaligus sastrawan Gde Aryantha Soethama dan Rofiqi Hasan. Diskusi sesi pertama dipandu jurnalis Luh De Suriyani.

Sedangkan, pada sesi kedua, Sabtu (29/7) pukul 15.00 Wita dengan topik “Fotografi Jurnalisme Kultural: Foto Jurnalistik vs Foto Medsos” dengan narasumber fotografer senior Made Widnyana Sudibya dan akademisi Dr. I Made Bayu Pramana. Diskusi sesi kedua dipandu Ayu Sulistyowati, mantan wartawan dan penulis. “Diskusi diikuti kalangan wartawan, pegiat jurnalistik kampus dan pengelola majalah sekolah SMA,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI