JEMBRANA, MediaBaliNews – Beberapa petani memilih untuk menanam bunga pacah dari pada menanam padi atau buah semangka. Hal tersebut terlihat pada beberapa petani yang ada di Dusun Dlod Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (30/11/2022).
Salah seorang petani, Putu Arsani (53) yang tinggal di Dusun Dlod Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring mengatakan, dirinya lebih memilih menanam bunga pacah dari pada menanam padi atau semangka.
“Modalnya besar untuk menanam padi dan semangka. Selain modalnya yang besar, menanam padi juga empat bulan baru menghasilkan, iya kalau harga padi normal kalau turun kan rugi saya. Kalau bunga pacah ini modalnya tidak banyak perawatannya mudah hanya menyeprot hama dan memberi pupuk juga cukup seminggu sekali,” ucapnya.
Disamping modal yang jauh lebih sedikit, ia menambahkan menanam bunga pacah tidak perlu waktu lama untuk menghasilkan bunga. “Ini saya mulai menanam kurang dari satu bulan sudah mulai berbunga dan bisa terus berbunga tanpa harus menanam ulang. Luasan lahan yang saya sewa ini kurang lebih 10 are dan setiap harinya mampu menghasilkan bungan kurang lebih 10 kilogram,” jelasnya.
Arsani mengungkapkan bahwa bertani bunga pacah jauh lebih menguntungkan dari pada menanam padi ataupun semangka.
“Bertani bunga pacah jauh lebih mudah dan lebih menjajikan dari pada menanam padi atau semangka. Dengan hasil panen per-hari kurang lebih 10 kilogram, Saya menjualnya Rp 10 Ribu Rupiah perkilogram. Apa lagi saat hari-hari tertentu seperti purnama dan tilem itu, per-kilonya mampu menembus Rp 15 Ribu Rupiah dan ini sudah mendekati Hari Raya Galungan, dimana harga jual bunga pacah bisa menembus Rp 25 Ribu Rupiah perkilogramnya, ” ungkapnya.
Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Ketut Surti (58) petani yang jaraknya cukup jauh dengan sawah Arsini namun masih satu Dusun. “Awalnya saya sekedar menanam dan ternyata saya mendapatkan lebih dari apa yang saya perkirakan. Dibandingkan menanam padi yang biayanya cukup besar dan empat bulan baru bisa menghasilkan, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















