JEMBRANA, MediaBaliNews – Setelah hampir 4 bulan lowong, Pemkab Jembrana akhirnya melelang kursi jabatan Direkrut Perusaahan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amertha Jati Kabupaten Jembrana.
Dalam perebutan jabatan Direktur PDAM Jembrana ini, salah satu kandidat merupakan seorang tim Kelompok Ahli (Pokli) Bupati Jembrana. Sang Pokli Bupati yang bersaing dalam seleksi Direksi PDAM Jembrana, ialah I Gede Puriawan.
Sebelumnya, Puriawan juga tercatat sebagai pengurus DPC Gerindra Jembrana. Untuk bisa mengikuti seleksi, Puriawan telah resmi mengundurkan diri sebagai pengurus partai politik (parpol).
Selain Puriawan, ada dua kandidat lain yang berpeluang menduduki jabatan Direktur PDAM Jembrana. Kedua kandidat tersebut, ialah I Komang Budisantajaya dan I Ketut Yudiastawa.
Menariknya, Budisantajaya diketahui merupakan adik salah satu anggota DPRD Jembrana Fraksi Golkar.
Sedangkan Yudiastawa merupakan pejabat Kepala Bagian (Kabag) di PDAM Jembrana yang juga satu-satunya kandidat dari internal PDAM Jembrana.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Direksi PDAM Jembrana Dewa Gde Kusuma Antara saat dikonfirmasi, Jumat (14/12/2022) menjelaskan, sebelumya ada 6 orang yang mendaftar seleksi. Namun dalam seleksi adminitrasi, hanya ada 3 orang yang lolos.
“Dua orang tidak lulus administrasi karena sudah melebihi syarat usia 55 tahun. Satu lagi, karena masih berstatus aktif sebagai Dosen, dan tidak ada surat persetujuan (mengikuti seleksi) dari pimpinannya,” ujar Dewa Kusuma.
Meksi ada kandidat dari Pokli Bupati ataupun saudara Dewan, Dewa Kusuma mengaku, tetap bekerja sesuai aturan. Khusus untuk I Gede Puriawan sendiri, dipastikan sudah resmi mengundurkan diri sebagai pengurus parpol. Yang bersangkutan juga sudah mendapat izin cuti sebagai Pokli Bupati.
Sedangkan I Komang Budisantajaya, kata Dewa Kusuma, sudah sempat dicek melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), dan bukan merupakan pengurus parpol. “Kita jalan sesuai aturan saja,” ujar Dewa Kusuma yang juga Asisten I Setda Jembrana.
Dewa Kusuma menjelaskan, seleksi Direksi PDAM Jembrana ini pun baru pertamakali digelar secara terbuka. Dalam tim di Pansel, ada 3 orang dari internal Pemkab dan 2 orang dari kalangan akademisi.
Hasil seleksi admistrasi telah diumumkan, Senin (12/12) lalu. Sebelumya juga sudah diadakan tes psikologi di Laboratorium Psikologi Terapan (LPT) Pisio Udayana, Denpasar, Selasa (13/12). Setelah tes psikologi, nantinya akan dilanjutkan ujian tertulis, penulisan makalah, presentasi dan wawancara, yang akan diadakan di Pemkab Jembrana, Minggu (18/12).
Dalam ujian nanti, Dewa Kusuma menjelaskan, yang menguji bukanlah Pansel. Namun akan diuji tim penguji yang seluruhnya merupakan para akademisi. “Penguji dari akademisi. Kita di Pansel tugasnya hanya memastikan seleksi berjalan sesuai aturan,” pungkasnya. (cak/mbn)























