SINGARAJA, MediaBaliNews – Air Terjun Mengening, objek wisata alam di Buleleng, mencatat musibah tragis setelah seorang remaja berusia 15 tahun, Gede Angga Putra Pratama, ditemukan tewas tenggelam.
Korban ditemukan pada Jumat pagi, 21 November 2025, setelah operasi SAR berlangsung dramatis selama hampir dua hari penuh. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan menyoroti bahaya rekreasi di lokasi wisata alam, terutama saat arus kencang.
“Kami melakukan pencarian secara manual karena target terlihat muncul tenggelam. Jarak pandang di bawah permukaan air kurang lebih satu meter,” ungkap Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.
Pencarian yang melibatkan banyak unsur, termasuk aparat desa dan Polair, difokuskan pada kedalaman air di bawah curahan air terjun. Tim penyelamat menghadapi tantangan besar karena kondisi air yang sangat keruh dan arusnya yang tidak stabil. Hambatan alam ini memaksa tim SAR mengandalkan intuisi dan perlengkapan sederhana seperti snorkeling untuk menyisir area penemuan.
“Personel sempat terkendala kondisi air terjun sangat deras dan air keruh. Jarak pandang di bawah permukaan air kurang lebih satu meter,” ujar salah satu petugas SAR di lapangan.
Kejadian bermula pada hari Kamis, 20 November 2025, saat Gede Angga bersama dua rekannya mandi dan berenang di lokasi tersebut. Tiga remaja ini tiba-tiba terseret arus yang kuat. Dua teman Angga berhasil menyelamatkan diri dari pusaran air, tetapi Angga tidak sempat tertolong dan menghilang. Pihak keluarga segera meminta bantuan aparat untuk memulai pencarian.
“Korban mandi bersama dua orang lainnya, tanpa diduga mereka tenggelam. Dua orang berhasil diselamatkan, namun Gede Angga Putra Pratama tak bisa ditemukan,” jelas petugas.
Setelah jenazah Angga ditemukan, tangisan pilu keluarga pecah saat melihat tubuh almarhum diangkat ke daratan. Momen penuh kedukaan ini menjadi pengingat bagi masyarakat sekitar tentang risiko beraktivitas di lokasi tersebut. Proses evakuasi jenazah berjalan lancar, dan sesuai permintaan keluarga, aparat Polsek Kubutambahan menyediakan kendaraan untuk membawa korban ke rumah duka.
“Saat jenazah Gede Angga Putra Pratama dievakuasi ke darat, isak tangis pihak keluarga pecah, memperlihatkan kesedihan yang mendalam,” tutur seorang saksi mata.
Polisi dan pihak terkait diharapkan segera memasang papan peringatan yang lebih jelas di sekitar air terjun untuk mencegah kejadian serupa terulang. Operasi SAR yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan instansi ini memperlihatkan sinergi kemanusiaan yang tinggi dalam menghadapi bencana lokal.
“Sesuai permintaan dari pihak keluarga, korban dibawa menuju rumah duka menggunakan kendaraan dari Polsek Kubutambahan,” tutup Kadek Donny Indrawan. (ang/mbn)


























