JEMBRANA, MediaBaliNews – Proyek revitalisasi Pasar Umum Negara, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana sudah rampung sejak beberapa waktu lalu. Namun, sejumlah vendor material hingga penjual makanan sekitar proyek mengaku belum menerima bayaran penuh.
Menurut Informasi yang dihimpun, PT. Adhy Persada Gedung (APG) Adhy Persada Gedung (APG) masih memiliki tunggakan utang kepada vendor sebesar Rp. 1,2 Miliar dan kepada penjual makanan atau kantin yang menyediakan makanan untuk pekerja proyek sebesar Rp. 90 Juta.
“Saya sendiri masih ada tunggakan sekitar Rp9 juta dari mandor proyek. Meski begitu, mandor sudah berjanji akan melunasi sisa pembayaran,” ungkap salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi hal tersebut, Penanggung jawab dari APG, Muhammad Efendi mengakui terkait adanya tunggakan pembayaran kepada beberapa rekanan. Namun, dirinya belum bisa memastikan jumlah pastinya karena belum ada laporan rinci dari para vendor.
“Memang ada beberapa rekanan yang belum dibayar lunas. Saat ini kami sedang dalam proses administrasi untuk menyelesaikan pembayaran tersebut,” ujarnya, Rabu (13/11).
Bahkan, dirinya juga mengaku ia sendiri masih memiliki tunggakan sekitar Rp. 9 Juta dari mandor proyek. Meski demikian, kata Efendi, pihak mandor sudah berjanji akan segera melunasi sisa pembayaran.
Efendi juga mengaku telah melakukan mediasi dengan beberapa vendor dan penjual makanan. Khusus untuk para penjual makanan, masalah tunggakan pembayaran sudah kita mediasi antara mandor proyek dan pemilik warung.
“Ada dua kantin yang melayani proyek ini. Jumlah tunggakan ya hampir segitu (Rp. 90 Juta). Sebenarnya pembayaran sudah kita serahkan kepada mandor proyek, namun sepertinya belum diselesaikan kepada warung, jadi kita (APG) yang kena,” terangnya.
Terkait adanya laporan ke Polres Jembrana, Efendi mengaku belum menerima informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan semua tunggakan pembayaran kepada para vendor dan rekanan lainnya.
“Saya masih bolak-balik Jakarta-Bali, jadi segera akan kita selesaikan (tunggakan),” pungkasnya. (gsn/mbn)






















