Monday, May 11, 2026
Monday, May 11, 2026

Pendaki Lansia yang Hilang di Gunung Batukaru Ditemukan Meninggal Dunia

TABANAN, MediaBaliNews – Tim gabungan yang sebelumnya melakukan pencarian akhirnya menemukan jasad pendaki lanjut usia di kawasan lereng Gunung Batukaru pada Sabtu (9/5/2026) sore hari.

Identitas korban tersebut bernama I Made Didia yang berasal dari Banjar Dinas Sigaran di wilayah Desa Jegu. Warga setempat melaporkan hilangnya kakek berusia delapan puluh empat tahun itu sejak akhir bulan April yang lalu.

“Korban sudah ditemukan (dalam kondisi sudah meninggal dunia) evakuasi baru bisa dilakukan pagi tadi. Kemarin penemuannya, tapi karena cuaca tidak mendukung jadi ditunda evakuasinya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinada Giri, Minggu (10/5/2026).

Operasi pencarian ini melibatkan puluhan personel dari BPBD Kabupaten Tabanan beserta relawan serta masyarakat setempat. Seluruh anggota tim memulai penyisiran sejak pukul 07.30 WITA. Petugas gabungan menyisir jalur pendakian melalui Pura Jatiluwih yang berada di wilayah Banjar Dinas Sarin Buana.

“Kami mengerahkan personel dari Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat Regu empat lengkap dengan sarana pendukung menuju lokasi,” ujarnya.

Medan pendakian yang sangat curam menjadi kendala utama bagi para petugas saat melakukan proses pencarian korban. Hutan lebat di kawasan tersebut menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel yang sedang bertugas di lapangan. Cuaca di puncak gunung juga sering berubah dengan sangat cepat sehingga membahayakan keselamatan para anggota tim pencari.

“Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik jalur pendakian yang diduga dilalui oleh korban selama ini,” tuturnya.

Pihak berwenang menemukan posisi jenazah korban pada titik koordinat yang cukup sulit dijangkau oleh manusia biasa. Penemuan jasad ini mengakhiri pencarian panjang yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir di kawasan tersebut.
“Kawasan tersebut dikenal memiliki jalur pendakian yang cukup menantang dengan kondisi hutan lebat dan cuaca yang cepat berubah,” ucapnya.

Baca Juga :  Longsor Tutup Akses Jalan di Banjar Pinge Marga

Giri mengaku, penundaan evakuasi, lantaran petugas tidak ingin mengambil risiko besar dengan memaksakan proses pengangkatan jenazah di tengah kegelapan malam hari. Kondisi fisik para personel juga harus dijaga agar tetap prima saat melanjutkan tugas berat.

“Penundaan evakuasi tersebut dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar terhadap personel gabungan yang bertugas di medan pegunungan,” jelas Nyoman Srinada Giri. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI