JEMBRANA, MediaBaliNews – Diduga akibat pembuatan belasan sumur bor puluhan warga mengalami kekeringan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana menghentikan sementara kegiatan disebuah tambak udang di Banjar Yehbuah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Jumat (20/6/2025).
Menurut informasi, sedikitnya terdapat sekitar 30 KK di wilayah tersebut mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Krisis air bersih dan kekeringan yang dialami warga diduga karena akibat aktivitas pembangunan belasan sumur bor oleh pihak perusahaan.
Selain itu, pada Kamis 19 Juni 2025 kemarin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi beserta Satpol PP Jembrana dan intansi terkait telah melakukan sidak terhadap perusahaan tambak tersebut.
Dalam sidak tersebut, didapati sebanyak 12 sumur bor dengan kedalaman rata-rata 40 meter yang rencananya untuk mengairi tambak udang diwilayah tersebut. Bahkan, pihak perusahaan atau tambak udang tersebut diketahui belum mengantongi izin pengambilan air bawah tanah (ABT).
Saat dikonfirmasi, Kasat Pol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya mengatakan, hari ini pihaknya telah melakukan penghentian sementara terkait aktifitas tambak dengan menempelkan stiker bertuliskan ‘sementara kegiatan ini dihentikan sampai proses penyelesaian perizinan’.
Selain itu, pihaknya juga memasang garis Polpp pada sumur bor yang rencananya akan digunakan untuk operasional tambak tersebut. Bahkan, pihak penanggung jawab tambak juga tidak dapat menunjukan terkait izin Persetujuan Bangun Gedung (PBG) yang diakui masih dalam proses.
“Disarankan kepada penanggung jawab budidaya untuk selalu memantau proses perizinan PBG tersebut dan mengurus izin terkait pengambilanair bawah tanah yang digunakan untuk operasional tambak tersebut, ” ungkapnya.
Lebih lanjut, tambak udang tersebut diketahui memiliki luas tanah 29 hektar dengan sebanyak 35 petak kolam tambak. Dimana, sebanyak 32 petak kolam tambak telah beroprasi dan 3 lainnya belum.
“Tambak tersebut belum menebar benih udang dikarenakan masih uji coba air, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















