Tuesday, June 16, 2026
Tuesday, June 16, 2026

Tertimbun Puing Rumah yang Ambruk, Mahasiswa Korban Banjir Bandang Buleleng Ditemukan Tewas

SINGARAJA, MediaBaliNews – Operasi pencarian besar-besaran terhadap korban banjir bandang di Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali, akhirnya membuahkan hasil, namun dalam suasana duka.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan Ricardo Razaq Alghivieri (20), mahasiswa yang dilaporkan hilang terseret arus, dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (12/6/2026) sore.

Jasad korban terendus berada di bawah reruntuhan bangunan rumahnya sendiri yang ambruk dihantam luapan air bah.
Sebelum jasad korban ditemukan, tim penyelamat sempat memecah konsentrasi massa ke beberapa titik krusial.

Aparat memperkirakan radius hanyutnya korban bisa mencapai muara perairan utara Bali.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan memaparkan bahwa langkah taktis awal dari tim di lapangan dilakukan dengan menyisir beberapa lokasi di sekitar wilayah terdampak parah.

“Kita membagi tim dalam tindak awal pencarian atau penyisiran di daerah lokasi kejadian ini,” terang Kadek Donny.

Donny menuturkan, satu Unit Penyelamat bahkan dikerahkan khusus untuk menyisir sepanjang aliran sungai. Petugas melakukan pelacakan secara detail dari titik awal hilangnya korban hingga mencapai pinggir Pantai Pengambengan. Namun, dugaan awal bahwa korban dilarikan arus sungai hingga ke laut ternyata meleset.

Titik terang baru muncul pada pukul 16.15 Wita ketika petugas di lapangan mendeteksi keberadaan tubuh manusia di area terdampak banjir. Korban rupanya terjebak di bawah material rumah yang hancur pasca-diterjang banjir bandang pada siang harinya.

“Kita dapatkan informasi bahwa target ditemukan di bawah reruntuhan rumah, selanjutnya kami laksanakan evakuasi secara manual,” ungkap Donny.

Proses pengangkatan jenazah berjalan lambat dan dramatis hingga memakan waktu hampir satu jam. Tim SAR gabungan harus ekstra waspada dan bertindak dengan kalkulasi matang lantaran kondisi sisa struktur bangunan di lokasi penemuan masih sangat labil dan rawan roboh susulan. Tepat pada pukul 17.12 Wita, jasad mahasiswa nahas tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dari jepitan beton.

Baca Juga :  Cegah NIK Dicatut Parpol, KPU Jembrana Sosialisasikan Cek NIK di Aplikasi SIPOL

Usai dievakuasi dari reruntuhan, jenazah Ricardo langsung dilarikan menuju RSUD Buleleng menggunakan mobil ambulans PMI Buleleng untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang sejak siang dundung kecemasan.

Bencana ini sebelumnya sempat memicu kepanikan warga Desa Bakti Seraga pada Jumat siang. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar baru menerima laporan resmi pada pukul 13.55 Wita, setelah warga sempat bungkam dan berupaya melakukan pencarian mandiri secara swadaya namun berujung nihil.

Skala operasi kemanusiaan ini pun membengkak drastis dengan melibatkan puluhan unsur lintas instansi. Tercatat, Bupati Buleleng beserta jajarannya turun langsung mengomandoi pergerakan di lapangan.

Operasi ini diperkuat oleh personel BPBD Buleleng, Polairud Polres Buleleng, Polsek Kota Singaraja, Samapta Polres Buleleng, TNI AL Pos Sangsit, hingga petugas Damkar Buleleng.

Tak hanya itu, jajaran aparatur dari pihak Kecamatan Buleleng, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Koramil 01 Buleleng, Dinas PUTR, Dinas Sosial, Balawista, Bhuana Bali Rescue, perangkat desa, hingga masyarakat setempat bahu-membahu bersama keluarga korban mengawal jalannya evakuasi hingga tuntas. Dengan ditemukannya jasad korban, operasi SAR gabungan di Desa Bakti Seraga resmi dinyatakan ditutup. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI