TABANAN, MediaBaliNews – Hujan deras yang mengguyur Pupuan sejak Rabu hingga Kamis menyebabkan musibah tanah longsor. Tugu atau gapura batas Kota Kecamatan Pupuan, di timur Desa Pupuan, ikut roboh diterjang longsoran. Kejadian ini sempat menutup sebagian badan jalan utama.
“Koordinasi telah kami lakukan dengan dinas terkait untuk penanganan sisa material gapura yang menutup saluran irigasi dan masuk ke lahan warga. Penanganan ini memerlukan alat berat karena struktur gapura cukup berat,” ujar Camat Pupuan, I Gusti Kade Dwipayana.
Tim gabungan segera bergerak cepat membersihkan material longsoran dan puing-puing gapura. Petugas PU Provinsi, staf Kecamatan Pupuan, aparat desa, pecalang, serta TRC BPBD Tabanan terlibat dalam penanganan. Partisipasi masyarakat juga membantu percepatan pembersihan.
Selain menimpa akses jalan, longsoran juga memutuskan jaringan pipa air PDAM Unit Pupuan. Tim teknis PDAM saat ini tengah berupaya menyambungkan kembali pipa terdampak. Hal ini bertujuan memulihkan suplai air bersih ke masyarakat.
Bagian lain dari tugu juga jatuh menutupi saluran irigasi milik Subak. Camat Pupuan telah berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan. Penanganan menyeluruh area irigasi dan lahan warga membutuhkan alat berat.
Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Akses jalan utama kini telah terbuka dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa. Namun, warga diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem.
Pemerintah Kecamatan Pupuan terus memantau situasi. Mereka berkoordinasi lintas sektor demi memastikan penanganan lanjutan cepat dan tepat sasaran. (ang/mbn)






















