JEMBRANA, MediaBaliNews – Pengungkapan penyebab kebakaran Pasar Adat Lelateng terus diupayakan oleh jajaran kepolisian. Terkini, pihak kepolisian dalam hal ini Polda Bali menerjunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) ke lokasi kebakaran Pasar Adat Lelateng, Kecamatan Negara, Kamis (9/2).
“BidLabfor Polda Bali berkolaborasi dengan petugas Inafis Polres Jembrana melaksanakan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) guna menemukan penyebab pastinya dari kebakaran Pasar Adat Lelateng,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim.
Dari penyeledikan, kata dia, pihak Labforensik telah mengamankan beberapa barang bukti yang nanti akan di bawa ke lab untuk di lakukan pengecekan lebih lanjut.
“Ada dua item barang bukti yang diamankan yakni berupa kabel dan puing-puing berupa arang yang selanjutnya akan dibawa untuk diteliti,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ia menuturkan terkait hasil dari laboratorium forensik tidak bisa diprediksi cepat atau lambatnya.
“Untuk hasil Labforensik kita tidak bisa memprediksi, karena itu tergantung pemeriksaan dari Labforensik itu sendiri,” ungkapnya.
Disisi lain terkait pemeriksaan saksi-saksi sendiri, pihaknya menerangkan sudah meminta keterangan beberapa saksi yang mengetahui awal terjadinya kebakaran.
“Ada 12 saksi yang sudah kita mintai keterangannya terkait musibah kebakaran ini, baik itu dari pedagang dan warga sekitar yang sempat melihat kejadian tersebut. Dan nantinya keterangan yang terkumpul tersebut akan di matching (cocokkan) dengan hasil laboratorium forensik,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, musibah kebakaran terjadi di Pasar Adat Lelateng pada Sabtu (4/2). Atas kejadian itu, sebanyak 20 kios pegadang hangus terbakar yang mayoritas seluruhnya penjual sembako. Untuk kerugian sendiri, di prediksi menyentuh angka Rp. 1 myliar lebih dan saat pegadang telah direlokasi kedepan pasar. (gsn/mbn)






















