Monday, June 1, 2026
Monday, June 1, 2026

Usai Dihatam Truk Beberapa Hari Lalu, Pemangku di Tugu Balang Tamak Negara Akan Gelar Pecaruan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Usai dihantam truk beberapa hari yang lalu, pemangku Tugu Balang Tamak yang berlokasi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk KM 95-96 Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana akan melaksanakan pecaruan.

Menurut informasi yang didapat, Tugu Balang Tamak ini diketahui tidak termasuk dari dua Kelurahan atau dua Desa Adat, yakni Desa Adat Puseh Agung dan Desa Adat Baler Bale Agung walaupun terletak diantara dua Desa Adat tersebut.

Pemangku di Tugu Balang Tamak Negara, Gusti Kade Arya Suartama (55) mengatakan, walaupun kepemilikan atau pengurusan Tugu Balang Tamak secara resmi tidak ada, namun sarana persembahyangan saat piodalan akan dilengkapi oleh pihak Pura Puseh Agung Negara.

“Karena tegak odalan bersamaan dengan Pura Puseh Agung yang jatuh pada rahina tumpek landep, dan dijadikan satu karena memang dari dulu sudah seperti itu, ” ungkapnya saat ditemui dikediamannya di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Minggu (4/5/2025).

Dengan adanya insiden kecelakaan tunggal yang dialami sebuah kendaraan Mits Truk menabrak Tugu Balang Tamak pada Jumat 2 Mei 2025 kemarin. Walaupun tidak terdapat adanya korban jiwa pada kecelakaan tersebut, upacara pecaruan akan tetap dilaksanakan.

“Untuk kapan waktunya belum diketahui pokoknya usai dilakukan perbaikan, tetapi sudah dilakukan upacara (merayas ngulap ngambe) karena kejadiannya bertepatan dengan penampahan kuningan, ” terangnya.

Pemangku Arya yang juga bertempat tinggal dekat dari lokasi Tugu Balang Tamak berada ini juga menjelaskan, jumlah kecelakaan yang terjadi dilokasi tersebut sejak 10 tahun hingga 25 tahun kebelakang ini sudah tidak terhitung jumlahnya.

“Seingat saya kecelakaannya tidak dapat terhitung jumlahnya, tapi yang tragis ada beberapa. Setiap ada peristiwa seperti itu pasti dilakukan upacara (pecaruan), ” jelasnya.

Bahkan, dirinya yang berstatus sebagai pengayah (pengempon) di Tugu Balang Tamak ini menerangkan, peristiwa kecelakaan yang paling terakhir seingatnya terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya Sabtu 29 Agustus 2020 lalu.

Dimana saat itu, kata Pemangku Arya, kecelakaan tersebut melibatkan sebuah truk pengangkut kayu yang menabrak Tugu Balang Tamak sehingga bagian dari Tugu Balang Tamak mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Saat itu Tugu Balang Tamak sampai pecah, saat itu juga biayanya cukup banyak sampai Rp. 8,5 Juta, ” bebernya.

Ia menjelaskan, biaya sarana upacara dan perbaikan biasanya memang dikeluarkan oleh pihak yang terlibat kecelakaan. Dirinya mengaku hanya menjebatanin dan menjadi saksi dalam upacara tersebut.

Sedangkan, saat disinggung mengenai peristiwa mistis yang pernah dialami, Pemangku Arya mengaku bahwa dirinya selama menjadi pengempon di Tugu Balang Tamak tidak pernah mengalami pengamalaman mistis.

Ia juga mebeberkan bahwa, status pemangku yang saat ini telah dijalani ini merupakan warisan turun menurun dari para pendahulu dikeluarganya. Walaupun sempat dijalankan oleh pihak lain, namun dikembalikan lagi kepada keluarga Pemangku Arya.

“Kalau mistis seperti diperlihatkan, adanya suara atau mimpi itu sama sekali saya tidak pernah, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

Baca Juga :  Pasca Lebaran dan Jelang Galungan, Sejumlah Harga Bahan Pokok di Jembrana Alami Penurunan, Namun Masih Relatif Mahal
BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI