JEMBRANA, MediaBaliNews – Akibat dilanda musim kemarau berkepanjangan, Bendungan Palasari yang berlokasi di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana mengalami penurunan debit air yang cukup drastis.
Menurut data yang berhasil di himpun, bendungan terbesar di Jembrana tersebut memiliki tinggi 38,80 meter, panjang puncak bendungan 350 meter, luas genangan waduk 100 hektar, volume air waduk 8 juta meter kubik, dan luas daerah irigasi 1.300 hektar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Jembrana, Gede Sugianta mengungkapkan bahwa turunnya debit air di Bendungan Palasari setiap tahun terjadi.
“Salah satu kondisi yang memperparah kekeringan setiap tahun ini adalah perambahan hutan yaitu penebangan pohon liar yang terjadi,” ungkapnya, Senin (2/10).
Lebih lanjut, ia mengatakan selain akibat musim kemarau berkepanjangan, ia juga mengatakan bahwa penebangan liar disekitar kawasan bendungan juga menjadi penyebab kurangnya debit air yang masuk ke bendungan.
“Bendungan Benel juga turun airnya, paling parah di Bendungan Palasari, setiap tahun pasti terjadi penurunan debit air,” ujarnya.
Karena hal tersebut, ia menghimbau kepada masyarakat untuk menghentikan penebangan liar di sekitar kawasan bendungan. Lantaran hal tersebut sangat penting dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di Jembrana.
“Saran itu, penebangan liar dihentikan, dan jangan menambah hutan yang dikelola masyarakat. Mari sama-sama pelihara hutan, karena air semakin tahun semakin surut, untuk air minum saja susah dan kekeringan,” tegasnya.
Sementara, Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Komang Ngurah Arya Kusuma menjelaskan bahwa penurunan volume air bendungan ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Dampaknya, bendungan yang menjadi salah satu destinasi wisata di Jembrana ini terlihat kering dengan air yang menggenang di waduk terlihat sedikit.
Selain itu, penurunan volume air bendungan juga berdampak pada pertanian di sekitarnya. Sebanyak tiga subak di Desa Ekasari terpaksa tidak menanam karena kekurangan air.
“Bendungan mengalami penyusutan air. Sekarang tinggal menunggu hujan saja untuk menanam,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















