Thursday, May 14, 2026
Thursday, May 14, 2026

58 Bhikkhu Thudong Tinggalkan Bali, Bupati Kembang: Gaungkan Pesan Damai

JEMBRANA, MediaBaliNews – Jembrana menjadi saksi keberangkatan perjalanan spiritual puluhan Bhikkhu lintas negara yang membawa pesan perdamaian. Sebanyak 58 Bhikkhu peserta “Indonesia Walk for Peace” melanjutkan perjalanan dari Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, Senin (11/5).

Sebelum menyeberang, para Bhikkhu terlebih dahulu dilepas secara khidmat di Vihara Empu Astapaka, Gilimanuk. Dengan berjalan kaki, rombongan kemudian menuju pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan spiritual menuju Banyuwangi, Jawa Timur.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, hadir langsung mendampingi sekaligus mengantar para Bhikkhu hingga menaiki kapal feri. Ia menyebut perjalanan Thudong bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga simbol ketulusan dan kedamaian di tengah kehidupan modern.

“Perjalanan ini membawa pesan tentang ketenangan, kesederhanaan, dan cinta kasih. Nilai-nilai seperti ini penting untuk terus digaungkan di tengah kehidupan masyarakat saat ini,” ujar Kembang.

Menurutnya, langkah para Bhikkhu yang menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki menjadi inspirasi tentang arti kesabaran dan pengendalian diri.

Kembang juga berharap misi “Indonesia Walk for Peace” dapat mempererat harmoni antarumat beragama sekaligus memperkuat semangat toleransi di Indonesia.

“Semoga seluruh perjalanan berjalan lancar dan membawa kedamaian dari Bali hingga Tanah Jawa,” imbuhnya.

Diketahui, perjalanan spiritual tersebut berlangsung selama 22 hari, mulai 7 hingga 28 Mei 2026. Para Bhikkhu dijadwalkan menempuh perjalanan sekitar 666 kilometer melintasi sejumlah wilayah di Bali dan Pulau Jawa.

Sementara itu, Ketua Koordinator Daerah Bali, PMy. Sudiarta Indrajaya, mengatakan penyeberangan Selat Bali memiliki makna mendalam dalam perjalanan Thudong tahun ini. Menurutnya, laut yang memisahkan Bali dan Jawa justru menjadi simbol penyatuan doa dan harapan.

Di tengah penyeberangan, para Bhikkhu juga akan melantunkan doa dan mantra sebagai bentuk pemberkatan bagi alam dan masyarakat yang mereka lalui.

Baca Juga :  Sejumlah Mantan Pejabat Pemkab Jembrana Rapatkan Barisan Dukung Bang Ipat di Pilkada 2024

“Perjalanan ini membawa misi cinta kasih untuk semua kehidupan tanpa memandang perbedaan,” kata Sudiarta. (war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI