Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Potensi Emas Hijau Bali, Ekspor Vanili Meroket Hingga Rp 56,5 Miliar

DENPASAR, MediaBaliNews – Kabar gembira datang dari sektor pertanian Bali. Ekspor vanili Indonesia yang bersumber dari Pulau Dewata menunjukkan lonjakan kinerja yang sangat impresif, dengan total nilai menembus angka Rp56,5 miliar hingga saat ini. Prestasi ini menempatkan vanili—yang sering dijuluki “emas hijau”—sebagai salah satu komoditas rempah unggulan yang kian diminati pasar global.

Pencapaian luar biasa ini tak lepas dari kontribusi besar pada kuartal ketiga tahun 2025. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Bali mencatat adanya peningkatan nilai ekspor yang signifikan. “Terjadi kenaikan yang tajam. Pada triwulan ketiga ini nilainya mencapai Rp28,7 miliar, melonjak drastis dari triwulan pertama yang berkisar Rp14 miliar,” ujar Heri Yuwono, Kepala Karantina Bali. Data ini menunjukkan bahwa nilai ekspor komoditas tersebut praktis meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu beberapa bulan saja.

Hingga saat laporan ini dibuat, Balai Karantina Bali telah mengeluarkan sertifikasi untuk pengiriman vanili dengan total volume mencapai 126 ton. Vanili premium Indonesia, yang terkenal dengan kadar vanilin tinggi dan aroma kuat, telah diekspor ke berbagai negara maju. Amerika Serikat, Australia, Jerman, dan Jepang tercatat sebagai destinasi utama rempah ini. Indonesia sendiri kini menduduki posisi sebagai produsen vanili terbesar kedua di dunia, setelah Madagaskar, berkat kualitasnya yang unggul.

Demi menjaga tren positif dan kelancaran perdagangan, Karantina Bali berkomitmen penuh untuk memfasilitasi proses ekspor. Lembaga ini secara konsisten memastikan setiap produk “emas hijau” Bali memenuhi standar sanitari dan fitosanitari ketat dari negara pengimpor.

“Barantin, melalui unit di Bali, bertekad untuk terus memberikan layanan prima dan memastikan vanili kita terhindar dari potensi penolakan di pasar internasional yang sangat selektif. Ini adalah bagian dari dukungan kami pada program ketahanan pangan dan perdagangan global pemerintah,” tegas Heri Yuwono.

Baca Juga :  Bupati Tamba Ajak Masyarakat 'Ngrombo' Tangani Stunting

Untuk menjamin keamanan dan mutu ekspor secara maksimal, Karantina Bali terus mengadopsi langkah-langkah modernisasi. Inisiatif utama meliputi digitalisasi sistem layanan karantina, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan analisis laboratorium yang vital. Selain itu, sinergi antar instansi daerah serta pendampingan intensif bagi para pelaku usaha vanili juga terus diperkuat.

Lonjakan volume ekspor vanili ini menjadi indikasi kuat bahwa komoditas pertanian Indonesia memiliki prospek cerah dan menjanjikan di kancah global. Barantin Bali optimis, dengan dukungan yang tepat, vanili Indonesia akan semakin memantapkan posisinya sebagai top performer di pasar rempah dunia. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI