Thursday, June 4, 2026
Thursday, June 4, 2026

Sinergi Darurat di Batukaru, Tim Gabungan Selamatkan Empat Pendaki Buleleng yang Cedera Kaki

TABANAN, MediaBaliNews – Sebuah operasi penyelamatan penuh tantangan dilakukan Tim SAR gabungan di lereng Gunung Batukaru, Tabanan, setelah empat warga Buleleng mengalami cedera kaki.

Keempatnya, yang merupakan satu rombongan pendaki, kesulitan melanjutkan perjalanan turun melalui jalur Pura Luhur Taksu Agung. Evakuasi darurat ini memerlukan sinergi cepat dari berbagai elemen, mulai dari Basarnas, kepolisian, hingga perangkat desa setempat. Seluruh korban berhasil dibawa turun ke posko dengan selamat pada Jumat pagi (31/10/2025).

Insiden ini bermula ketika rombongan pendaki mulai bergerak turun dari puncak pada Kamis malam, sekitar pukul 22.00 WITA. Mereka telah menempuh perjalanan selama tiga jam. Kelelahan dan medan yang terjal menyebabkan beberapa anggota rombongan mengalami kram parah di bagian kaki.

“Kami menerima informasi tersebut pada pukul 03.00 Wita dini hari dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar,” ujar Bayu Arya, selaku Koordinator Lapangan Basarnas. Ia menyebutkan, berdasarkan laporan, posisi terakhir korban berada pada ketinggian kurang lebih 1.700 meter di atas permukaan laut. Komunikasi segera terjalin dengan pihak Polsek Penebel.

Basarnas Denpasar mengerahkan tujuh orang personel dengan membawa perlengkapan mountaineering standar. Tim penyelamat bertolak dari Jimbaran menuju Tabanan. Petugas siaga SAR terus menjalin koordinasi erat dengan Polsek Penebel.

Polisi Penebel bertugas memantau perkembangan terkini di lokasi. Tim penyelamat melaju secepatnya menuju kaki Gunung Batukaru. Mereka harus berpacu dengan waktu sebelum kondisi korban memburuk.

“Sekitar pukul 05.10 Wita, tim sudah mencapai Pura Luhur Taksu Agung,” tutur Bayu Arya. Ia menambahkan, di basecamp, mereka langsung berkoordinasi dengan keluarga korban yang sudah menunggu. Proses pendakian menuju posisi pendaki yang cedera segera dimulai.

Hanya berselang dua jam, tim penyelamat sudah bertemu dengan empat orang yang mengalami kram tersebut. Titik temu terjadi pada ketinggian 1.320 MDPL. Mereka kemudian langsung membawa seluruh korban turun.

Baca Juga :  Diduga Terseret Arus Saat Mandi di Sungai, Seorang Petani Ditemukan Meninggal

Keempat korban tiba di Pura Luhur Taksu Agung pada pukul 09.40 WITA. Petugas memastikan tidak ada cedera serius yang diderita korban, hanya kram dan kelelahan ekstrem. Setelah mendapat penanganan medis awal, mereka diperbolehkan pulang bersama keluarga masing-masing.

“Tidak ada cedera serius yang dialami, namun mereka butuh penanganan awal untuk keram,” tegas Bayu Arya. Ia mengingatkan pendaki untuk selalu mempersiapkan fisik prima. Operasi penyelamatan ini menunjukkan efektivitas sinergi antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Penebel, BPBD Kabupaten Tabanan, dan Perangkat Jatiluwih. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI