Thursday, June 4, 2026
Thursday, June 4, 2026

Hari Ketujuh Nihil, Pencarian Bocah Terseret Ombak di Tabanan Dihentikan

TABANAN, MediaBaliNews – Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang anak yang hanyut di laut. Ototritas menghentikan penyisiran massal ini karena petugas tidak menemukan tanda keberadaan korban. Keputusan berat tersebut mengemuka setelah proses pelacakan memasuki hari ketujuh sesuai prosedur formal.

“Sampai hari ketujuh ini operasi SAR kami hentikan karena belum ada tanda-tanda penemuan korban,” ujar Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Wayan Juni Antara pada Rabu, 3/6/2026.

Korban bernama I Komang Sastra yang berumur 12 tahun dilaporkan hilang sejak Kamis pekan lalu. Pelajar asal Banjar Jambe Baleran itu terseret arus kuat saat berenang bersama rekannya. Gulungan ombak besar mendadak menghantam tubuh korban hingga tenggelam ke dalam pusaran air.

“Upaya maksimal sudah dilakukan dengan area pencarian yang sangat luas dijangkau oleh tim gabungan,” tutur Juni Antara menjelaskan keseriusan petugas.

Sebanyak 26 personel berseragam lengkap memulai perburuan terakhir pada pukul 07.40 Wita. Petugas Satuan Polairud Polres Tabanan bersama anggota BPBD memimpin pergerakan di pesisir Sudimara. Tim penyelamat menguras seluruh daya serta peralatan modern demi memburu keberadaan korban.

“SRU laut menyisir perairan menggunakan satu unit rubber boat dengan luasan mencapai 5,56 nautical mile persegi,” jelas Juni Antara mendetailkan radius operasi.

Petugas kedaruratan juga menerbangkan unit drone thermal untuk memantau situasi dari udara. Kamera sensor panas tersebut menyisir wilayah perairan ke arah barat sejauh 1 kilometer. SGi Air Bali bahkan sempat mengerahkan armada helikopter khusus pada sesi pencarian hari Senin.

“Drone thermal juga diterbangkan menyisir ke arah barat sejauh 1 kilometer tapi hasil masih nihil,” paparnya lagi dengan nada kecewa.

Pihak keluarga sempat melaporkan adanya objek mencurigakan yang mengapung di tengah lautan. Benda misterius tersebut terpantau mengambang pada jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Tim rescue bergerak cepat melakukan pengecekan namun objek itu rupanya hanyalah sebatang kayu.

Baca Juga :  Empat Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru, Ditemukan Selamat Setelah Penyisiran

“Medan lapangan sangat berat malahan tim harus menembus tingginya gelombang dan ombak berlapis di tengah laut,” ungkap Juni Antara menceritakan rintangan.

Ganasnya alam Pantai Yeh Gangga sempat menahan laju perahu karet penyelamat di tengah laut. Lambung rubber boat milik petugas sempat tertahan dua menit di dalam gulungan ombak. Beruntung ketangkasan nahkoda membuat seluruh kru penyelamat berhasil lolos dari petaka maut.

“Pihak keluarga dan aparat setempat sudah menyetujui penghentian operasi ini karena semua sudah pasrah,” beber Juni Antara mengenai kesepakatan bersama.

Otoritas berwenang menegaskan bahwa penutupan operasi ini tidak berarti pengawasan berhenti total. Petugas membuka posko pengaduan darurat dan siap bergerak jika menerima informasi akurat. Tim evakuasi akan langsung meluncur ke lokasi apabila warga menemukan tanda jasad korban.

“Meskipun operasi SAR ditutup namun jika ada laporan penemuan korban akan segera diatensi,” imbuh Juni Antara menjamin kesiapan personel.

Ratusan personel dari berbagai unsur tercatat memperkuat barisan pencarian selama tujuh hari berturut-turut. Anggota Brimob Mengwi bersama relawan PMI dan RAPI menunjukkan solidaritas tinggi di lapangan. Petugas akhirnya membongkar posko pencarian di pinggir pantai secara total pada sore hari.

“Kami mengapresiasi loyalitas seluruh unsur potensi SAR Bhuana Bali Rescue yang telah berjuang keras,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI