MANGUPURA, MediaBaliNews – Seorang buruh bangunan bernama Muktadir terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum akibat aksi nekat pembobolan toko. Pria asal Proppo Pamekasan tersebut tertangkap tangan oleh warga saat menggasak isi minimarket Alfamart Sidakarya. Kasus kriminalitas yang terjadi pada waktu fajar ini langsung menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah hukum setempat.
“Berawal dari adanya laporan masyarakat telah terjadinya pencurian yang terjadi pada Toko Alfa Mart Sidakarya 61,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Senin (25/5/2026).
Aksi nekat pria berusia tiga puluh dua tahun ini pertama kali memicu kecurigaan warga sekitar lingkungan toko. Masyarakat yang tengah melintas melihat adanya aktivitas mencurigakan di area atap bangunan pada dini hari itu. Warga setempat segera mengepung seluruh akses keluar swalayan hingga berhasil menyergap pelaku yang hendak melarikan diri.
“Lalu tim opsnal mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku sudah diamankan oleh warga,” jelasnya.
Pengelola toko bernama Muhamad Angga Nurvianto langsung datang ke lokasi usaha setelah menerima panggilan telepon darurat. Pemuda berusia dua puluh dua tahun tersebut mendapati area dalam gerai ritel sudah dalam kondisi acak-acakan. Korban melihat tersangka dalam posisi terduduk dengan kedua pergelangan tangan terikat erat oleh jeratan tali warga.
“Pelaku beserta barang bukti diamankan ke mako polsek densel untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.
Petugas kepolisian langsung melakukan penyitaan terhadap kantong belanjaan besar yang berisi barang-barang curian milik toko. Di dalam tas tersebut terdapat dua ratus lima puluh delapan bungkus rokok dari berbagai merek dagang. Tersangka juga menyikat uang tunai ratusan ribu rupiah serta satu buah telepon genggam inventaris berwarna biru.
“Dan dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya,” bebernya.
Penyidik mengamankan sebuah tang besi beserta satu pisau cutter yang menjadi alat utama pelaku untuk melancarkan aksi. Modus kejahatan buruh proyek ini adalah dengan memanjat dinding luar lalu merusak lembaran plafon bagian atas bangunan. Akibat insiden pembobolan swalayan ini pihak manajemen perusahaan menderita kerugian total mencapai sepuluh juta lima ratus ribu rupiah.
“Telah melakukan pencurian dengan cara masuk lewat genteng dan menjebol plafon,” pungkasnya. (ang/mbn)






















